Selamat Datang di Website Kelompok 5!

Web ini dibuat untuk keperluan OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) ITB 2013

Kolam Indonesia Tenggelam di Tengah-Tengah Kampus ITB

Ada penunjuk arah di sekeliling kolam Indonesia tenggelam mengarah pada lokasi program studi yang tertulis.

Pintu Masuk Gerbang Depan ITB

Bunga bougenville di sini berbunga hanya pada bulan Agustus pada saat penerimaan mahasiswa baru.

Ayo Datang ke OHU!

OHU (Open House Unit) 2013 akan diselenggarakan 1 September 2013, dibuka untuk umum. Ayo dateng! Acaranya seru loh..

Gedung Sasana Budaya Ganesha

Di gedung inilah seluruh mahasiswa baru ITB resmi disahkan sebagai mahasiswa, tidak peduli program S1, S2, dan S3. Di sini pula para alumni diwisuda.

Wednesday, 28 August 2013

Mitigasi Bencana di ITB ~Sonia

Sonia Rosliana
FMIPA
16013185
Kelompok 5

Mitigasi Gempa

Di dalam ruangan:
1. Berlindung di bawah meja
2. Ketika gempa berhenti, keluar sambil tetap menutupi kepala melalui pintu keluar darurat

Di luar ruangan:
1. Segera menuju titik berkumpul (assembly point) di tempat-tempat terbuka yang tersedia

Mitigasi Kebakaran

Di dalam ruangan:
1. Nyalakan alarm kebakaran terdekat
2. Berusaha memadamkan api dengan unit pemadam api sederhana yang ada
3. Bila gagal, telepon K3L dan selamatkan diri melalui pintu keluar darurat

Di luar ruangan:
1. Telepon K3L
2. Selamatkan diri ke tempat yang aman

Bencana dapat terjadi kapan saja. Ketahuilah cara memitigasinya untuk mengurangi resikonya.

Mitigasi Bencana di ITB ~Harits

Nama : Harits Adhi Pradhana
NIM : 16513196
Fakultas : STEI
Kelompok : 5

    Mitigasi bencana adalah serangkaian prosedur yang diajarkan oleh ITB kepada kita, maba, yang mengatur regulasi apabila terjadi bencana mendadak seperti gempa bumi sehingga korban jiwa yang timbul karena bencana itu dapat di minimalisir bahkan tidak ada.

    Pada saat terjadi gempa bumi, yang paling penting adalah untuk tidak panik. Apabila sedang berada di luar ruangan, segeralah menjauh dari pilar atau pohon dan cari tempat terbuka sambil menutpi kepala lalu berlari kearah assembly point yaitu tempat berkumpulnya orang-orang sampai bencana usai. Apabila sedang berada di dalam ruangan, segeralah tutupi kepala lalu sembunyi di bawah meja hingga gempa usai. Lalu, berjalan keluar gedung sambil tetap menutupi kepala. Hal yang paling penting pada proses evakuasi ini adalah untuk tidak menggunakan lift dan tidak panik sehingga kita dapat mencari pintu emergency exit tanpa salah mengikuti langkah-langkah yang sudah disebutkan diatas.

Mitigasi Bencana di ITB ~Ben

Benjamin Nathanael
16613329
FTSL
Kelompok 5


Pada seminar kemarin,  para mahasiswa ITB angkatan 2013 diberikan pengarahan mengenai mitigasi bencana oleh wakil kepala UPT K3L(Keamanan, Ketertiban, dan Kesehatan Lingkungan). Adapun mahasiswa ITB diharapkan untuk selalu berhati-hati dan menaati peraturan-peraturan yang berlaku demi keamanan dan keselamatan bersama.

Beberapa hal yang dibahas dalam K3L adalah:


1.    Jalan di ITB bukan untuk pejalan kaki, karena pejalan kaki sudah ada jalannya sendiri (trotoar)
2.    Jalan untuk pejalan kaki (trotoar) bukan untuk kendaraan, tidak boleh ada kendaraan yang parkir di jalannya pejalan kaki
3. Tidak boleh membuang sampah sembarangan
4. Mahasiswa tidak boleh membawa kendaraan kecuali yang memiliki izin
5. Ada beberapa titik kumpul (assembly point) dan jalur evakuasi yang sebaiknya digunakan di ITB ketika ada bencana
6. ITB memilik mobil patroli, ambulance, pemadam kebakaran, dan mobil fungsional lainnya yang dipergunakan untuk kebutuhan mahasiswa, dosen, serta staff ITB yang bisa dihubungi kapan saja.


Bila terjadi bencana kebakaran, coba memadamkan api dengan alat pemadam api darurat. Apabila tidak bisa ataupun ragu-ragu mengoperasikan alat pemadam api, jangan mencoba-coba. Segera hubungi K3L dan lakukan evakuasi. Bila api terlalu besar, jangan mengambil resiko. Segera hubungi K3L dan lakukan evakuasi menuju assembly point. Bunyikan alarm untuk memberi tahu mahasiswa lainnya. Bila kondisi sudah aman, alarm akan dibunyikan 3 kali. Setelah itu kembali menuju ke tempat aman dengan tertib

Mitigasi Bencana di ITB ~Andre

Oleh Andre, 16713254, FTI

Bencana dan kecelakaan dapat terjadi dimanapun, kapanpun dan pada siapapun. Tidak menutup kemungkinan Andalah yang sedang menjalani kuliah di kampus ITB ini yang mengalami kecelakaan atau bencana. Berbagai bencana dijabarkan menjadi tiga hal :

Kecelakaan Kerja
Kecelakaan kerja umumnya terjadi di laboratorium. Kecelakaan kerja terbagi menjadi dua, ada yang ringan, juga ada yang berat. Apabila kecelakaan kerja berdampak ringan, seperti luka, tersiram senyawa korosif, dan sebagainya, cukup hubungi laboran di sekitar dan lakukan tindakan penyelamatan sesuai prosedur yang berlaku. Apabila kecelakaan kerja berakibat fatal seperti kebakaran, lakukan langkah-langkah tindakan yang akan dibahas di bawah ini.

Kebakaran
Langkah-langkah tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran di dalam ruangan.
1.    Berteriaklah agar orang-orang di sekitarnya tahu dan dapat segera menyelamatkan diri
2.    Carilah alarm kebakaran dan nyalakan alarm tersebut.
3.    Apabila Anda mampu menggunakan APAR, gunakanlah APAR untuk memadamkan api. Apabila Anda tidak dapat menggunakannya, lebih baik segera menjauhi api dan menyelamatkan diri.
4.    Apabila api terlalu besar sehingga tidak dapat dipadamkan dengan APAR, segera kontak K3L sambil menyelamatkan diri dari api.
5.    Ada baiknya Anda mempelajari denah gedung yang Anda tempati agar dapat memperlancar proses penyelamatan diri untuk keluar dari ruangan.
Apabila kebakaran terjadi di luar ruangan, tidak ada hal yang dapat Anda lakukan selain menghubungi K3L dan menjauhkan diri Anda dari api dengan cepat.

Gempa Bumi
Langkah-langkah yang dilakukan ketika terjadi gempa bumi di dalam gedung atau ruangan.
1.    Lindungi kepala Anda di bawah meja atau benda apapun. Yang terpenting lindungi kepala Anda dari reruntuhan bangunan.
2.    Setelah gempa berhenti, evakuasikan diri Anda sambil tetap melindungi kepala Anda agar tidak terkena reruntuhan bangunan. Segera menuju tangga darurat apabila Anda berada di lantai atas. Jangan sekali-sekali menggunakan lift ketika sedang menjalankan evakuasi!
Apabila gempa terjadi ketika Anda sedang berada di luar gedung atau ruangan, segera berlari menjauhi bangunan dan pohon dan carilah assembly point terdekat. Jangan lupa untuk melindungi kepala Anda dari benda-benda yang mungkin jatuh ke kepala Anda.

Mitigasi Bencana di ITB ~Andy

 
Fajar Andy Setyawan
STEI
16513016
Kelompok 5


Mitigasi adalah salah satu cara untuk mengurangi dampak dari suatu masalah atau bencana. Bencana yang biasa dijumpai pada umumnya adalah gempa bumi dan kebakaran. Dalam video mitigasi yang diputar pada acara OKSM ITB 2013 membahasan apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana gempa bumi dan kebakaran terutama yang terjadi di lingkungan ITB.

Yang pertama adalah apa yang harus dan jangan dilakukan ketika terjadi gempa bumi. Dalam hal ini dibagi menjadi 2, yaitu yang terjadi di dalam ruangan dan di luar ruangan. Hal yang harus dilakukan ketika terjadi di dalam ruangan adalah ketika gempa bumi sedang terjadi segeralah bersembunyi di bawah benda yang bisa melindungi seperti meja. Kemudian setelah gempa selesai segera tinggalkan ruangan sembari melindungi kepala dan kita disarankan menggunakan tangga darurat. Hal salah yang sering dilakukan orang pada umumnya adalah ketika gempa langsung berlari dan berlari keluar melewati lift. Padahal lift pada saat gempa akan mati. Kemudian yang harus dilakukan ketika di luar ruangan adalah segera mencari tempat terbuka atau tempat berkumpul (biasanya ada tandanya) sembari melindungi kepala.

    Yang kedua adalah ketika terjadi kebakaran. Ini juga dibagi menjadi dua kelompok, yaitu yang terjadi di dalam ruangan dan di luar ruangan. Ketika di dalam ruangan yang harus kita lakukan adalah segera mencari tombol alarm kebakaran kemudian bila kita bisa menggunakan apar maka gunakanlah alat itu untuk memadamkan api, jangan menggunakan tangan atau kertas yang mudah terbakar. Kemudian bila api ternyata terlalu besar segeralah menelpon bagian K3L ITB bila kebakaran terjadi di lingkungan ITB. Hal yang sama juga harus dilakukan ketika terjadi kebakaran di luar ruangan adalah menelpon bagian K3L ITB.

Seminar OSKM ~Adit

Tri Mumpuni

Poin-poinnya terdiri atas:
- manusia yang ideal itu punya logika dan juga empati
-penting untuk berfikir tapi juga punya rasa
-membaca indonesia dengan baik
-menjadi pemimpin berintegritas yang tidak menjual semua produk kita ke luar  sehingga kita bisa menikmati hasil kita sendiri
-Ekonomi itu keadaan setimbang dinamis antara investasi dan konsumsi untik mencapai setinggi tingginya pertumbuhan
-definisi kewirausahaan sosial: setiap orang unik, setiap orang berhak melakukan hal yang disukainya sebaik baiknya
-sistim ekonomi kita tidak manusiawi

OSKM ITB2013


Seminar oleh:
Menteri Perdagangan

-perekonomian indonesia membutuhkan pemimpin yang mengerti kepentingan rakyat dan kita
-indonesia telah menjadi perekonomian terbesar ke 15 di dunia
-ini semua tergantung seingin apa kita ingin sesuatu
-masa depan kita secara geopolitik, ekonomi, atau apa pun, habya busa maju jika kita bisa melawan korupsi
-siapapun yang akan memimpin kita harus kental dengan demokrasi, jangan sampai lost in translation
-kita negara muslim terbesar dalam bungkusan g20, ekonominya dipenuhi yang lain, ekonomi negara kita negara muslim terbesar, 2 kali dari arab saudi
-negara islam cuma memegang 9 persen ekonomi dunia
-perekonomian indonesia perlu pemimpin yang mendalami kearifan lokal
-harus memajukan budaya daerah
-bangsa yang tisak memajukan kearifan lokal adalah negara yang kehilangan jati dirinya
-gangnam kesinambungandemokrasi, teknologi, kebudayaan,
-indonesia di masa transfotmasi yang cepat
-dominasi amerika mulai turun
-masalah 360 ribu triliun rupiah di 20 tahun mendatang indonesia, tidak hanya terisi oleh produk indonesia, jangan sampai kita masih memakai produk bangsa
-kita harus bisa berbudaya bangga dengan bangsa, beli produk bangsa, buat mobil!!
-kita ga perlu me reinvent, contohnya korsel, di 1920 korean itu lazy dan stupid, setelah merdeka mereka mempunyai perwira industri, dengan dasar reformasi agraria di sektor pertanian, mereka di suruh membuat produk lainnya, diversivikasi itu menghasilkan hyundai, samsung dan masih banyak lagi
-kita perlu berteknologi, berpluralisme, berdemokrasi
-perkembangab ekonomi jakarta hanya 20% dari indonesia, surabaya lebih besar
-semakian terjadinya realisasi investasi di luar jawa semakin bisa kita menaikkan kesejahteraan indonesia
-rasio kesenjangan kita naik, cara untuk menurunkannya adalah dengan hilirisasi dan industrialisasi
-saya bermimpi bahwa indonesia tidak hanya menjadi natural resources econony, indonesia menjadi negara penambah ekonomi, pendanaan sudah cikup, tapi pendidikan, 20% anggaran di alokasikan pendidikan
-gimana caranya bisa membuat pedagangkita untuk bersaing dimana pedagang kita bunganya 15% sedangkan malaysia hanya 2%
-amerika memberi sinyal pengurangan liquiditas
-langkah langkah stimulus yang bisa mamitigasi ekonomi
-suku bunga pinjaman pedagang di turunkan
-komunitas 10 negara melakukan pelonggaran di sisi perdagangan
-siapkah kita menerima liberisasi perdagangan
-negara asean adalah: base, pasar, ekonomi kompetitif
-kita beresiko untuk kontraksi
-pada intinya indonesia perlu pemimpin yang bisa menjawab tantangan bangsanya, sebagaimana kita responsif terhadap permintaan rakyat, apakah itubkita harus bisa menurunkan harga daging ataupun menyeimbangkan kebutuhan petani dan konsumen
-sudah 2 pemimpin dari itb, bung karno dan habibie
-we have to be nasionalistic tapi juga internasionalism

SELAMAT ATAS PENCAPAIAN WARGA ITB, 30% anggota kabinet ITB
jadilah garuda garuda yang kreatif terampil berteknologi yang punya semangat kebangsaan, jalani tahun di itb dengan tekad pemimpin itb yang baik berbangsa, juga baik di dalam dan luar kampus

-kepentingan rakyat adalah segalanya


WANADRI
Seminar Oleh:
Indra

-Seperti apa Indonesia itu
-Luas 1 juta delapan ratus
-70% lagi perairan 3, sekian
-deklarasi juanda yang juga alumni itb menjadikan luas indonesia 3 kali lipat ptoklamasi tanpa peluru dan darah
-indonesia memiliki garis pantai terluas kedua di dunia
-ada 17.000 pulau betapa istimewanya indonesia
-ada 10.000 km yang belum terjamah di kalimantan
-ada pegunungan di khalistiwa yang ada es diatasnya, satunya di Indonesia
-gheotermal yang luar biasa
-34 provinsi 504 kabupaten
-kendalanya salah satu adalah bencana
-kita berbatas langsung dengab 10 negara
-sadar diri sadar lingkungan sadar tujuan

Friday, 23 August 2013

Seminar OSKM 2013 ~Sonia

Sonia Rosliana 16013185 FMIPA

Seminar OSKM 2013 pada tanggal 23 Agustus 2013 dimoderatori oleh Maria Selena yang merupakan Putri Indonesia 2011 yang juga alumni SBM ITB, serta menghadirkan 4 narasumber yaitu Gita Wirjawan, Wanadri, Tri Mumpuni, serta Saska. Seminar ini diikuti seluruh mahasiswa baru ITB 2013 dengan isi 4 materi yang berbeda.

Pembicara pertama ialah Mentri Perdagangan RI, Gita Wirjawan yang menyampaikan eratnya semangat kemahasiswaan dengan kearifan lokal. Menurut beliau kemerdekaan bukan hanya ketika tanggal 17 Agustus setiap tahunnya tetapi juga saat kita merasa bangga akan suatu hal atau membuat sesuatu yang dapat membanggakan. Indonesia saat ini memiliki perekonomian nomor 15 di dunia. Namun pantaskah kita merasa merdeka dengan hal itu?

Faktanya, Indonesia ialah negara islam dengan populasi muslim terbesar yang bahkan dua kali lipat dari populasi muslim saudi arabia. Populasi muslim dunia ialah 23,5%, berada di posisi kedua setelah populasi kristiani. Tetapi perekonomian yang dikuasai populasi muslim hanyalah 9% dari perekonomian dunia. Seharusnya, Indonesia sebagai negara berpopulasi muslim terbesar dapat berkontribusi lebih banyak dalam menaikan presentase tersebut.k

Kita dapat maju dengan pluralisme. Kita harus bisa meng-garuda-kan diri kita sendiri dengan memanfaatkan kearifan lokal yang kita punya. Apabila kita dapat membuat dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi kita 6% pertahunnya maka sekitar 20 tahun lagi que ekonomi kita akan mencapai 600 triliun dan jikan 60%-nya kita gunakan untuk konsumsi yaitu 360 triliun rupiah, kita akan dapat menikmati hal itu. Tetapi permasalahannya adalah pasar 360 triliun itu kemungkinan besar belum merah-putih atau belum dikuasai oleh bangsa Indonesia jika keadaan kita terus stagnan. Seharusnya kita bisa mengisi pasar itu dengan barang-barang Indonesia sehingga kita dapat menikmati hasilnya.

Cara yang sebaiknya dilakukan ialah hilirisasi. Maksudnya ialah, barang ketika telah jadi dan sampai di hulu maka nilainya akan berlipat ganda. Misalkan di Indonesia ini kita memproduksi bauksit yang dikirim ke Australia untuk dijadikan alumina, disitu nilainya telah berganda 4-5 kali lipat. Lalu alumina itu dikirim ke Jepang untuk dijadikan alumunium lalu dijadikan panci maka nilainya telah berlipat menjadi 10 kali lipat. Setelah itu panci yang telah jadi dikirim kembali ke Indonesia untuk dipasarkan, maka nilainya telah menjadi 15-20 kali lipat padahal bauksitnya berasal dari Indonesia. Kita sebaiknya bisa melaksanakan hilirisasi di mana Indonesia menjadi hilir yang melakukan kegiatan produksinya sendiri untuk dikonsumsi dan diekspor. Hal itu dapat terjadi jika kita dapat mengembangkan teknologi di Indonesia ini yang memungkinkan hal tersebut dapat dilaksanakan. Kita juga harus bisa bersaing secara global.

Indonesia butuh pemimpin yang bisa menjawab tantangan zamannya yang saat ini sangat kental dengan geopolitik dan responsif terhadap permintaan masyarakat yang beragam. Kita harus dapat menjadi seorang nasionalis dalam konteks penduduk dunia. Jadilah garuda-garuda yang terampil, kreatif, dan melek teknologi yang berkenegaraan. Seorang pemimpin yang bangga berbangsa dengan kearifan lokal.

Pembicara yang kedua ialah dari organisasi penjelajah Wanadri yang disampaikan oleh Indra Hidayat selaku ketua umum. Wanadri berrgerak di bidang pendidikan, penjelajahan & pengembangan pengetahuan, bakti masyarakan dan perlindungan alam. Beliau menjelaskan bahwa dengan adanya deklarasi Djuanda, luas indonesia bertambah 3 kali lipat setelah ditambahkan wilayah perairannya. Hal ini membuktikan bahwa Indonesia ialah negara bahari yang lebih banyak perairan daripada daratan.

Karena banyaknya pulau-pulau di Indonesia, wujud negara kita ini amat beragam. Ada biregional yang berbatasan dengan negara lain, pesisir Indonesia yang merupakan garis pantai terpanjang ke-2 di dunia, pulau yang kurang lebih berjumlah 17.000 pulau, sungai yang beragam, kawasan kars, medan khas kawasan bersalju, dataran, dan gunung vulkanik. Dari keberagaman ini munculah suatu masalah yaitu akulturasi dan invasi budaya serta klaim wilayah, juga probabilitas bencana yang cukup besar dengan adanya ring of fire yang melewati Indonesia. Salah satu yang dilakukan Wanadri untuk mengatasi hal ini ialah melakukan ekspedisi ke pulau terluar Indonesia dan menanamkan patung Soekarno-Hatta di sana untuk menunjukkan bahwa pulau itu milik Indonesia.

Permasalahan kita saat ini juga ialah bahwa kita berorientasi pada darat padahal kita adalah negara bahari. Negara kita lebih pantas disebut negara kelautan daripada kepulauan. Namun sayangnya potensi laut kita belum banyak dimanfaatkan dan dieksplorasi sehingga Wanadri ingin mengubah hal tersebut. Wanadri memiliki sebuah motto yaitu “Sadar diri, sadar lingkungan, sadar tujuan.”.

Pembicara ketiga ialah Ibu Tri Mumpuni yaitu pemberdaya listrik di lokasi terpencil di Indonesia. Beliau telah banyak mendapat penghargaan atas jasanya itu. Awalnya ketika iya ikut suaminya ke daerah-daerah terpencil dan melihat banyak sumber daya yang sebenarnya dapat diubah menjadi listrik tetapi tidak dilakukan karena minimnya pengetahuan dan tenaga ahli di tempat-tempat terpencil.

Manusia memiliki pengetahuan (logika) dan perasaan (empati) yang ketika berinteraksi akan mewujudkan akal sehat. Kita harus berpikir dengan keseluruhan jiwa dan raga kita agar bisa mewujudkan akal sehat yang dapat membaca Indonesia dengan benar dimana Indonesia kita saat ini tengah dikuasai bangsa asing.

Definisi ekonomi ialah keadaan seimbang dinamis antara investasi dan konsumsi untuk mencapai setinggi-tingginya pertumbuhan. Semakin baik pertumbuhan maka semakin baik pula ekonomi kita. Tetapi yang harus diingat ialah bahwa pertumbuhan harus terikat pada nilai optimal untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat lokal dan daya dukung lingkungan setempat. Inilah yang biasanya ditinggalkan.

Untuk mengelola sumber daya dan komunitas lokal, kita memerlukan keuangan yang baik, manajemen, serta teknologi. Yang terjadi sekarang ialah bangsa asing yang telah mempunyai ketiga aspek tersebut tetapi tidak punya sumber dayanya, mereka mengambil sumber daya dari Indonesia tetapi tidak mengambil komunitas lokalnya sehingga memiskinkan mereka.

Solusinya ialah kewirausahaan sosial yang definisinya yaitu setiap orang unik, tiap orang melakukan hal yang disukainya dengan sebaik-baiknya sehingga menghasilkan hasil yang baik pula. Semakin baik hasilnya maka semakin baik pula ekonomi. Maka dengan kewirausahaan sosial muncullah definisi ekonomi yang baru yaitu ekonomi kewirausahaan sosial dimana merupakan keadaan kehidupan manusia yang mencoba membuat alternatif dalam kehidupan sosial ekonomi sehari-hari untuk menjadi manusiawi dengan cara pelurusan visi pembangunan, perubahan paradigma investasi, serta pembatasan pertumbuhan usaha.

Materi pendidikan formal saat ini adalah pro industri dan pro perdagangan global. Seharusnya kita lebih fokus kepada hal yang justru bukan materi pendidikan formal saat ini yaitu pro lingkungan dan pro masyarakat lokal yang sesuai dengan pasal 33 UUD ’45.

Pembicara yang terakhir ialah Bapak Saska yang merupakan pendiri Riset Indie yang merupakan badan riset independen yang mengkolektifkan ide-ide penelitian ranah teknologi, sosial-ekonomi, serta media lalu dipilih riset yang dianggap menarik secara subjektif untuk diwujudkan sebagai usaha.

Riset Indie ini telah melaksanakan beberapa proyek yang diantaranya ialah riset polaroid. Pada proyek polaroid itu, riset indie membeli kamera-kamera analog lama untuk diperbaiki dan dijual beserta filmnya, sayangnya usaha itu bangkrut setelah 2,5 tahun.

Proyek yang kedua ialah Animatronic. Animatronic ialah robot yang dilapisi topeng sehingga menyerupai makhluk hidup. Pada proyek ini mereka membuat animatronic alien yang dinamakan alinea dengan berkolaborasi dengan mahasiswa serta lulusan teknik elektro, teknik mesin, dan seni patung yang kebanyakan dari ITB. Disini beliau sangat menegaskan pentingnya berkolaborasi antar bidang, jangan sampai ada arogansi fakultas dan menara gading dalam diri mahasiswa ITB.

Proyek yang terakhir dan baru akan dilaksanakan ialah riset sosial-ekonomi yang dinamakan dengan “Angkot Day”, dimana pada 1 hari angkot kalapa-dago akan dibuat senyaman mungkin, tanpa “nge-tem”, dan gratis. Hal ini ditujukan untuk usaha mengurangi kemacetan di Bandung. Riset ini akan dilakukan pada bulan September.

Pola Pikir K3 ~Sonia

Sonia Rosliana 16013185 FMIPA


Sebagai Mahasiswa yang telah menyandang kata maha di depan siswa, kita seharusnya berpikir dewasa dalam menanggapi sesuatu. Cara berpikir yang baik didasari oleh tiga hal yaitu kritis, kreatif, dan konstruktif. Tiga hal tersebut seharusnya menjadi pola pikir yang dibudayakan di kalangan mahasiswa.

Yang pertama adalah kritis. Mahasiswa seharusnya bersifat kritis. Kritis adalah sifat mudah percaya dan selalu mencari kekeliruan dalam suatu hal. Mahasiswa sebagai insan akademis tidak bisa hanya menelan bulat-bulat tiap-tiap hal yang diberikan kepada kita. Insan akademis dapat mengatakan sesuatu itu benar jika didasari oleh fakta yang jelas.

Kedua, Mahasiswa harus dapat berpikir kreatif. Kreatif ialah daya pikir untuk membuat hal-hal baru. Mahasiswa sebagai generasi muda adalah tumpuan Bangsa Indonesia karena itu haruslah dapat membuat inovasi dalam berbagai macam aspek kehidupan. Mahasiswa harus mampu untuk dapat terus berkarya, baik memperbaharui apa yang telah ada atau membuat hal-hal yang sama sekali baru.

Ketiga, Mahasiswa harus dapat berpikir konstruktif. Konstruktif yaitu membangun. Dengan sifat kritis dan kreatif yang kita punya, kita harus bisa membangun dan bukannya menjatuhkan. Sikap kritis yang kita miliki harus dapat mencari kesalahan-kesalahan dalam suatu hal yang kemudian dapat kita temukan solusinya dengan memperbaiki atau membuat hal-hal baru yang lebih baik. Dengan sifat konstruktif ini kita diharapkan bisa berkembang bersama dan bukannya saling sikut dan menjatuhkan.

Sebagai Mahasiswa yang memiliki pola pikir K3, kita harus bisa menghargai pendapat orang lain. Tidak baik jika kita merasa bahwa pendapat kita mutlak benar atau lebih baik. Orang lain mungkin memiliki cara pandang yang berbeda-beda terhadap suatu masalah sehingga dapat timbul solusi-solusi berbeda yang dapat dimanfaatkan sebagai pemecah masalah yang ada.

Dengan berpola pikir K3, kita dapat memecahkan masalah dan mengkajinya dengan Metode Observasi PESTEL (Politic,Economy, Social, Technology, Environment, Legal) yaitu metode observasi yang mencakup sudut pandang politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum. Ketika kita dapat memandang suatu permasalahan dalam berbagai sudut maka dapat timbul solusi-solusi yang mungkin saja belum terpikirkan sebelumnya saat kita hanya melihat suatu permasalahan dari satu sudut saja.

Jadi sebagai mahasiswa kita diharapkan dapat membangun dan memperbaiki bangsa ini dengan kritis, kreatif, dan konstruktif. Tidak hanya menelan bulat-bulat apa yang kita dapatkan tetapi juga mencari kesalahan yang ada dan selalu berusaha mencari solusi-solusi baru yang bermanfaat bagi bangsa Indonesia.

Pola Pikir K3 ~Dicky

Nama : Dicky Sulthon Auliya
NIM : 16413003
Fakuktas :FTTM
Kelompok : 5

Pola pikir K3

Dalam lingkup kemahasiswaan,sudah seharusnya seorang mahasiswa sebagai penerima tonggak estafet pengisi kemerdekaan negeri ini memiliki daya juang yang tinggi,hal tersebut tidak hanya di butuhkan nilai akademis saja melainkan juga harus memiliki idealisme yang proaktif.

Dewasa ini banyak perjuangan dari anggota mahasiswa yang mungkin perlu resolusi dalam menunjukan sebuah bentuk empati. Empati terhadap kondisi negara ini perlu disalurkan dengan cara yang hak. Yaitu dengan Pola Pikir K3.
K3 yaitu terdiri dari : Kritis,Kreatif,dan Konstruktif.

1. Kritis adalah sifat tidak mudah percaya akan sebuah opini maupun masalah,mengedepankan daya pikir untuk menganalisa data data yg faktual dan tajam serta teliti dalam menganalisa sebuah masalah. Hal ini perlu ditanam dalam diri seorang mahasiswa sebagai pandangan futuristik bangsa agar memiliki sebuah objektifitas.
Dalam menilai dan meneliti sebuah peristiwa butuh ketekunan dan percaya diri yang objektif sehingga mampu memberikan konstribusi dalam menciptakan solusi.tentunya solusi yang dibutuhkan oleh keadaan sekitar kita.

2. Kreatif adalah Daya cipta menghasilkan sebuah inovasi sebagai jawaban dari segala permasalahan atau kemampuan untuk mengarrangement suatu yang sudah ada menjadi hal yang lebih menguntungkan dan bermanfaat. Dengan kreatif sebuah pemikiran yang berwawasan luas dapat membawa pengaruh besar dalam mewujudkan pembangunan yang berkarakter terutama bagi negara tercinta kita ini.

3.Konstruktif adalah bentuk respon yang lebih mengedapankan kemajuan dan menuju kearah yang lebih baik lagi. Sebuah gagasan yang konstruktif itu dibekali dengan sifat Kritis dan Kreatif seperti diatas agar bisa memiliki nilai esensi yang berguna bukan untuk menjatuhkan

Seminar OSKM ~Dicky

Nama : Dicky Sulthon Auliya
NIM : 16413003
fakuktas : FTTM
Kelompok : 5

Sesi I
Dengan pembicara Menteri Perdagangan Republik Indonesia Gita Wirjawan mengatakan bahwa mahasiswa yang baik tentu harus memiliki semangat yang didasarkan dengan kearifan lokal yaitu dengan menciptakan suatu kemajuan dalam membangun peradaban masa depan dengan tetap menjunjung tinggi kebudayaan yang kaya dimiliki oleh bangsa Indonesia. Hal semacam ini selayaknya diterapkan dan sudah sangat kental dikalangan mahasiswa ITB. Mahasiswa sebagai penerus bangsa adalah sebuah gambaran kehidupan negara Indonesia ini karena bangsa Indonesia membutuhkan para sosok pemimpin yang paham akan kepentingan serta kebutuhan rakyat Indonesia. Saat ini perekonomian Indonesia telah mencapai peringkat ke-15. Tentunya perlu perjuangan dari anggota mahasiswa untuk bisa memajukan perekonomian bangsa dengan intelektual yang telah didapat serta di imbangi dengan kearifan lokal.

Sebuah kata motivasi dari beliau yaitu : If you want it you wilk get it. Semua didunia ini sudah direncanakan oleh Allah SWT namun nasib seseorang bisa dirubah oleh dirinya sendiri,jika ada usaha pasti semua yang kita inginkan akan tercapai dengan bantuan dan rahmat-Nya.

Mantan presiden Indonesia yang sekaligus lulusan atau alumni ITB yaitu bapak Ir. Soekarno sebelum indonesia memiliki status kwmerdekaan beliau telah memiliki sebuah visi yang jelas bahwa Indonesia dengan semangat persatuan akan bisa memerdekakan sendiri. Dalam,hal ini siapapun pemimpin bangsa harus memiliki unsur demokratis,fundalisme,dan pemerataan.

Indonesia mampu lebih sukses lagi terutama dalam bidang ekonomi jika bisa menghidupkan rasa pluralisme . Hal,ini dapat menjadikan batu loncatan untuk mewujudkan stabilitas politik dan ekonomi yang lebih relevan. Untuk itu sekali lagi bangsa ini sangat membutuhkan para pemimpin yang menjunjung tinggi pancasila serta kearifan lokal. Dengan kearifan lokal ini diharapkan bisa mengeluarkan semua potensi yang ada disetiap daerah. Karena bangsa yang maju adalah bangsa yang yang cinta akan karya dan produk dalam negerinya.

Pemuda Indonesia diharapkan mampu menjadi pemuda yang aktif dan proaktif. Dengan dibekali intelektual yang matang agar sanggup untuk melawan derasnya arus globalisasi yang makin maju ditiap era. Jadi perlu diketahui bahwa ada hal yang bisa diaplikasikan untuk memajukan bangsa ini yaitu dengan memiliki kemampuan dalam teknologi,kesinambungan demokrasi,budaya,serta ekonomi.

Masyarakat indonesia juga harus menenanamkan rasa bangga terhadap budaya bangsa. Kekayaan budaya ini memiliki potensi yang bernilai. Dengan budaya ini mencerminkan sebuah karakter bangsa Indonesia untuk dikenali oleh bangsa bangsa lain.

Banyak beredar mitos bahwa pusat ekonomi hanya tumbuh di Jakarta. Itu tidaklah benar karena di kota kota lain bahkan kota kota di luar pulau Jawa memiliki potensi yang bisa mendatangkan kemakmuran untuk rakyatnya dan pendapatan perekonomian daerah lebih tinggi dibandingkan dengan kota Jakarta. Sehingga untuk memanfaatkan hal ini butuh suatu program terencana untuk pemerataan agar kemakmuran di ibu pertiwi bisa menjadi sebuah harapan untuk rakyat.

Jadi sangat perlu jawaban yang solutif untuk menjawab tantangan ini dan jawaban ini ada berada pada pundak para pemuda bangsa Indonsia. Jadilah garuda garuda yang kreatif,terampil,berteknologi dengan semangat kebangsaan,tekad pemimpin yang berbangsa dan berkearifan lokal.

Sesi II
Rasa cinta tanah air sangatlah perlu ditanam di setiap warga bangsa Indonesia. Dengam memahami potensi potensi yang ada di sekitar kita.

Indonesia adalah negara maritim yang membentang lautan yang sangat luat dan mempunyai potensi ekonomi yang besar untuk andil dalam perekonomian bangsa.

Banyak sekali Alam Indonesia yang sangat indah bahkan sampai terkenal di penjuru dunia,namun dubalik ssmua itu masih ada kawasan Indonesia yang disebut kawasan karst,yaitu kawasan yang belum pernah diambah. Padahal jika kita melihat kedalamnya banyak sekali harta alam yang bisa di manfaatkan dan dikembangkan.

Indonesia banyak di lewati jalur pergunungan berapi sehingga banyak sekali kekayaan alam indonesia yang mampu diekaplorasi oleh bangsa indonesia,namun sangat disayangkan kekayaan itu banyak diambil oleh bangsa lain yang lebih maju dan mirisnya penduduk sekitarnya tak bisa menikmati hasil yang diperoleh dari daerah mereka sendiri.

Sehingga sangat diharapan para mahasiswa sebagai insan akademik dan mengenali teknologi dapat menjawab kebutuhan para masyarakat. Tentunya butuh usaha yang tak ringan yang mampu menjadi manusia yang reaktif,berakal pikir serta kemanusiaan.

SESI III
Dengan pembicara Inu Tri Mumpuni sebagai pemberdaya listrik diberbagai daerah yang belum tepasok oleh jaringan listrik.

Mahasiswa ITB harus memiliki integritas dan kompetensi untuk kemandirian dan kesejahteraan bangsa,untuk itu perlu diterapkan : Pengetahuan (logika), Perasaan (empati) , serat mebuat kesatuan diantara kesuanya. Hali ini akan menciptakan suatu akal sehat sehingga mampu membaca Indonesia dengan baik,bukan untuk diri sendiri.

Indonesia memang kaya akan sumber daya alamnya namun sayang hasinya hanya bisa dinikmati dan diambil oleh bangsa asing,untuk itu kita perlu integritas untuk tidak menjual apa yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.

Disaat ini alat untuk kebiasaan mencapai angka dan besaran tertentu bagi kepentingan pemilik modal dan teknologi,itu adalah sebuah kesalahan untuk itu perlu pembenahan dengan mencari alternatif yaitu dengan kewirausahaan sosial. Untuk menciptakan suatu kewirausahaan sosial yang manusiawi maka perlu diterapkan : Pelurusan visi pembangunan, Perubahan paradigma investasi, dan Pembatasan pertumbuhan usaha

SESI IV
Riset indie adalah sebuah penelitian kolektif sosial,ekonomi dan media. Penggagas riset ini adalah alumnus itb yang mengharapkan menjadi auatu wadah atau inkubator ide ide usaha yang seru dan menarik.

Dalam waktu dekat ini,riset indiw akan membuat event yaitu Angkot Day. Angkot Day ini akan di adakan di daerah dago dan bagi para penumpang gratis dalam menumpang angkot,lalu dilakukan testimoni swjauh mana penumpang merasa nyaman akan transportasi yang satu ini. Dalm hal ini di harapakan sebagai solusi kemacetan yang sekarang melanda kota Bandung

Seminar OSKM ~Ben

Benjamin Nathanael
FTSL
16613329
Kelompok 5

    Pada tanggal 23 Agust-13 seluruh mahasiswa angkatan ITB 2013 mengikuti seminar yang dimoderasi oleh Putri Indonesia 2011 dan juga alumnus SBM ITB, Maria Selena. Di dalam seminar ini diundang 3 narasumber, yaitu Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, kelompok pecinta alam Wanadri, dan pendiri riset indie, Saska.

1.    Paparan Menteri Perdagangan
Pak Gita Wirjawan memaparkan pentingnya semangat kemahasiswaan yang identik dengan kearifan lokal. Beliau berkata bahwa Indonesia pada masa sekarang ini membuthkan pemimpin dengan visi yang jelas, yang mampu menjawab tantangan yang dihadapi oleh bangsa ini di masa ini. Indonesia sebenarnya adalah negara muslim dengan perekonomian terbesar diantara negara – negara anggota G20. Konsumsi pasar dalam negeri juga memberikan perekonomian yang menjanjikan. Namun, tidak semua keuntungn konsumsi pasar itu yhhang diserap Indonesia, baik oleh pemerintah maupun swasta, karena banyaknya konsumsi kita yang memakai produk luar negeri. Contohnya adalah Korea Selatan. Banyak kebutuhan dasar kita menggunakan peralatan keluaran Korea. Kita sebagai anak muda, mahasiswa ITB, dan calon pemimpin masa depan, harus selalu mempertahankan kearifan lokal. Selain itu, kita juga harus menmpersiapkan diri untuk menghadapi zona ekonomi  ASEAN.

2.    Paparan Wanadri.
Wanadri ini adalah kelompok pecinta alam yang mengabdikan dirinya untuk menjelajahi alam, khususnya alam Indonesia. Banyak dari alumni ITB yang mengikuti Wanadri ini. Mereka menjelajahi pulau- pulau terluar di Indonesia dan menaruh tonggak- tonggak Sukarno-Hatta di sana dan menaruh piagam sebagai tanda pulau tersebut milik Indonesia.

3.    Paparan Saska
Saska merupakan alumnus Itb fakultas STEI. Dia mendirika riset indie berawal dari keingintahuannya akan hal-hal, dan kebebasan untuk menyelidiki apapun juga. Project pertama mereka adalah kamera polaroid. Setelah 2,5 tahun mencoba berjualan, mereka gagal. Namun itu tidak menyurutkan semangat mereka untuk meluncurkan project kedua mereka : animatronic. Animatronic ini menggabungkan pekerjaan teknik elektro dan seni patung, menghasilkan sebah robot yang dilapisi kulit, yang banyak dipakai menambah efek di film – film Hollywood. Sekarang mereka sedang mengadakan project Angkot Day, di mana seharian angkot akan aman, tertib, dan gratis. Ide project ini awalnya dimulai karena semakin macetnya kota Bandung. Untuk mengurangi volume jumlah kendaraan, maka cara yang dapat dilakukan adalah mengajak masyarakat untuk naik kendaraan umum. Rencananya, project Angkot Day ini akan dilakukan pada tanggal 20 September 2013

Pola Pikir K3 ~Ben

Benjamin Nathanael
FTSL
16613329
Kelompok 5

Pola Pikir K3

    Pola pikir K3 pada dasarnya adalah pola pikir yang tidak terpaku pada cara-cara yang konvensional, selalu mengevaluasi setiap keputusan-keputusan, dan tidak menjatuhkan tetapi saling membangun antara sesama manusia. Pola pikir K3 ini dibagi tiga yaitu :

1.    Pola Pikir Kritis.

Pola pikir kritis berarti kita tidak mudah memercayai setiap perkataan/kebijakan orang lain, melainkan kita selalu berusaha mencari tahu penyebab/alasan yang mendasari akan keputusan tersebut. Sikap kritis ini akan didukung dengan adanya penganalisaan tajam, rasa ingin tahu yang besar, dan kemauan untuk meneliti suatu permasalahan sampai kepada akarnya. Dengan adanya pola pikir kritis ini, kita akan berusaha untuk selalu mengevalusi setiap permasalahan yang ada.

2.    Pola Pikir Kreatif

Pola pikir kreatif berarti kita selalu berusaha untuk menemukan cara-cara atau solusi-solusi yang berbeda dan tentunya lebih baik daripada sebelumnya. Pola pikir kreatif membantu kita untuk memecahkan masalah-masalah yang ada dengan lebih inovatif. Setelah kita mengevaluasi permasalahan-permasalahan yang ada, kita berpikiran kreatif untuk menyelesaikan permasalahan yang kita hadapi dengan solusi-solusi yang baru dan tentunya ditingkatkan dari solusi yang sudah ada sebelumnya.

3.    Pola Pikir Konstruktif.

Pola pikir konstuktif berarti kita menggunakan pola pikir kritis dan kreatif kita untuk membangun bersama-sama, bukan hanya diri kita sendiri, melainkan juga orang lain. Seringkali kreativitas dan kritik kita dipergunakan untuk menjatuhkan orang lain, kita tidak mau menerima ide – ide yang dicetuskan orang lain, tidak menghargai ide – ide yang disampaikan orang lain, walaupun memang ide kita lebih bagus.

Pola pikir K3 ini adalah pola pikir yang sangat diharapkan dari para mahasiswa ITB. Pola pikir ini merupakan pola pikir yang harus dikembangkan di masa sekarang ini, bukan hanya oleh mahasiswa ITB saja, melainkan oleh seluruh siswa/mahasiswa yang ada.

Peninjauan masalah dari berbagai sudut pandang
    Masalah dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang, tergantung dari metode yang dipakai untuk melakukan peninjauan. Pada pertemuan kelompok kami, kami selain membahas pola pikir K3, kami juga membahas tentang peninjauan masalah dengan metode PESTEL.

a.    P(Politik)
Peninjauan dari segi politik adalah dengan meninjau dampak - dampak politik yang dihasilkan oleh suatu peristiwa terhadap kepolitikan pada saat itu.

b.    E(Ekonomi)
Peninjauan dari segi ekonomi berarti kita meninjau dampak ekonomi yang dihasilakan dari suatu peristiwa terhadap masyarakat banyak atau pemerintah, baik itu menguntungkan atau merugikan.

c.    S(Sosial)
Peninjauan dari segi sosial meninjau dampak – dampak sosial yang akan dirasakan oleh masyarakat umum.

d.    T(Teknologi)
Peninjauan teknologi berarti peninjauan terhadap masalah teknologi yang dihasilkan atau meninjau terhadap kekurangan teknologi dan infrastuktur yang menyebabkan terjadinya masalah tersebut.

e.    E(Environment)
Peninjauan environment meninjau dampak yang dihasilkan suatu peristiwa bagi lingkungan baik itu baik maupun buruk bagi lingkungan

f.    L(Legal)
Peninjauan legal berarti peninjauan kelegalan suatu peristiwa dan masalah legal yang dihasilkan oleh suatu peristiwa.

Sekian resume saya dari pertemuan tentang materi K3 dan metod PESTEL.

Seminar OSKM ~Afi

Nama    : Maghfira Ramadhani
NIM    : 16413183
Fakultas: FTTM


Seminar OSKM ITB 2013 diadakan pada tanggal 23 Agustus 2013 di Sabuga dengan diawali sambutan oleh Presiden KM-ITB, kak Nyoman Anjani yang cantik, serta sambutan oleh Wakil Rektor Bapak Kadarsyah. Dalam acara ini ada yang special, yaitu moderator seminar ini adalah kak Maria Selena, dia adalah Puteri Indonesia 2011. Dan ada satu lagi, seminar ini diiringi musik oleh Apres ITB.

Materi pertama disampaikan oleh Bapak Menteri Perdagangan yang merangkap sebagai Ketua PBSI yang baru saja sukses kejuaraan dunia di tiongkok, yaitu Bapak Gita Wirjawan. Beliau menyampaikan bahwa semangat kemahasiswaan sangat kental sekali dengan kearifan lokal. Asal anda tahu, kearifan lokal merupakan tema OSKM ITB tahun ini. Dalam kesempatan itu beliau juga mengutarakan bahwa kemerdekaan yang seharusnya dirasakan oleh Indonesia bukan sebatas kemerdekaan yang disimbolkan oleh 17 Agustus 1945 melainkan kemerdekaan yang lebih aplikatif pada segala bidang. Saat ini Indonesia butuh pemimpin yang mengerti kepentingan rakyat. Sulit mencari pemimpin yang seperti itu. Berbeda halnya dengan Bung Karno yang sudah mempunyai visi yang amat jelas tentang akan ia buat seperti apa Indonesia kelak. Indonesia butuh pemimpin muda yang memiliki kearifan lokal, tanpa kearifan lokal seseorang akan kehilangan jatidirinya. Indonesia butuh pemimpin yang aktif, berinisiatif, serta proaktif. Perekonomian Indonesia sulit untuk maju karena Indonesia cenderung berdagang di kelas hulu (natural resources) sehingga Indonesia tidak memperoleh nilai multiplication pada hasil perdagangannya. Bayangkan jika Indonesia mampu memberi nilai tambah pada natural resources itu tadi, tentunya keuntungan akan berlipat ganda. Maka dari itu beliau berharap para calon pemimpin masa depan bangsa Indonesia harus berani merubah cara exportasi Indonesia dari yang tadinya di hulu menjadi di hilir. Beliau juga menyampaikan “If you want it, you will get it” untuk meyakinkan bahwa semu mungkin terjadi jika ada keinginan dan niat yang kuat.

Materi yang kedua disampaikan oleh Wanadri, dalam seminar kali ini Wanadri menyampaikan tentang mencinti tanah air Indonesia. Untuk anda ketahui, Wanadri telah mendaki tujuh puncak tertinggi di dunia. Selajutnya materi yang ketiga disampaikan oleh Saska selaku CEO dari Riset Indie. Riset Indie adalah suatu media penyaluran kelebihan energy dari Kak Saska untuk melakukan riset. Sejauh ini Riset Indie telah melakukan banyak proyek di masyarakat. Diantaranya project polaroid, project alinea, serta yang paling baru adalah Angkot Day. Selanjutnya materi yang terakhir disampaikan oleh Bu Tri Mumpuni, secara umum beliau mengungkapkan bahwa alumni ITB nantinya diharapkan mampu memiliki logika dan empati yang sama baiknya.

Seminar OSKM ~Okti

Nama     : Okti Dinasakti Nurul Mentari
NIM    : 16613149
Fakultas: FTSL

Pada hari ini seminar pertama oskm itb 2013, disampaikan oleh menteri perdagangan republic Indonesia yaitu Bapak Gita Irawan Wiryawan. Inti utama dari paparan yang beliau ingin sampaikan adalah, Indonesia kini membutuhkan pemimpin yang bisa menjawab segala tantangan. Tantangan yang dimaksud disini adalah berelasi dengan geopolitik dan respons terhadap permintaan rakyat.

Beliau juga berpesan kepada mahasiswa baru itb 2013 yaitu, ‘Jadilah garuda-garuda (bukan gangnam) yang kreatif, terampil, melek teknologi, memiliki semangat yang berkepanjangan. Menjadi pemimpin  yang bangga berbangsa dan menjunjung tinggi kearifan local.

Yang kedua adalah dari “Wanadri” yang merupakan organisai pecinta alam bebas. Pernah mengadakan 7 summit yaitu pendakian ke 7 titik tertinggi di dunia.

Yang ketiga adaklah materi dari ibu Tri Mumpuni mengenai orienatasi dan kempetensi diri sebagai mehasiswa batu itu.

Dan terakhir dari kak saska mengenai cerita dirinya ketika masa kuliah dulu. Bagaimana seorang mahasiswa menjadi tumpuan harapan dalam negerinya

Pola Pikir K3 ~Okti

Nama     : Okti Dinasakti Nurul Mentari
NIM    : 16613149
Fakultas: FTSL

Sebagai seorang mahasiswa baru atau maba, sangat penting untuk mengetahui, mempelajari, dan kemudian menerapkan pola pikir k3. Apakah pola pikir k3 tersebut?

K yang pertama adalah Kritis.

Kalo kata taplok saya, kritis versinya kbbi itu: sifat tidak mudah percaya dan selalu mencari kekeliruan. Nah apa pentingnya nih punya pola piir yang kritis? Sebagai insan akademis (apalagi anak teknik nih ya), udah seharusnya kita mulai menyortir segala informasi yang kita terima ga langsung asal telen, wong di pencernaan juga harus di cerna dulu sebelum di telen toh ya? #apasih. Ya intinya mahasiswa udah bukan remaja labil lagi, tapi udah dewasa muda udah mulai ‘berpikir’ dan ‘bertanya’ akan isu-isu yang ada disekitarnya.

Ohiya!! Dan konon ada sebuah metode observasi untuk menemukan masalah-masalah, namanya PESTEL (Politic, Economic, Social, Technology, Environment, Legal). Tujuannya adalah agar sebagai mahasiswa teknik, bisa melihat masalah dari berbagai sudut pandang berbeda sehingga bisa menilai secara objektif.

K yang kedua adalah Kreatif.

Yang dimaksud dengan kreatif disini adalah daya pikir untuk membentuk hal baru. Emang buat apa? Nah kan tadi kita udah ‘bertanya’ melalui pemikiran kritis kita tuh ya, nah ga cukup disitu yang namanya pertanyaan butuh jawaban, betul? Disinilah kita butuh kreatifitas untuk menjawab persoalan-persoalan negeri kita ini. Tanpa pola pikir kreatif nih, solusi yang muncul alhasil yang itu-itu aja, yang mainstream istilahnya dan belum tentu yang ‘arus utama’ itu merupakan solusi yang paling solutif kan? That’s why we need creativity.

Last but not least adalah K yang Konstruktif.

Apaan tuh konstruktif? Konstruktif adalah sifat membangun atau berkembang bersama. kenapa sebagai mahasiswa kita perlu punya mindset konstruktif? Agar kritik dan solusi kita bersifat membangun, bukannya menjatuhkan.

Dari ketiga pola pikir ini, yang dapat saya petik adalah bahwa yang namanya mahasiswa ga boleh tinggal diam (cuek) dalam menanggapi isu-isu yang terjadi di negeri ini, ga boleh semudahnya menerima semua hal tersebut sebelum melihat dari berbagai sisi. Serta tidak hanya mempertanyakan keadaan negeri ini tapi juga mencari jawaban atas segala pertanyaan yang ada di dalamnya. Dan terakhir, walaupun misalnya ketika bertukar pikiran dengan orang lain dan menemui persimpangan pemikiran, diharapkan bisa menghargai pendapat orang lain dan saling mengkritik dengan konstruktif. Sebagai seorang mahasiswa kinikita tidak hanya ‘pintar’ mengkritik tapi juga harus siap menerima kritik.

Seminar OSKM ITB 2013 ~Harits

Nama : Harits Adhi Pradhana
Fakultas : STEI
NIM : 16513196
Kelompok : 5

Seminar yang berlangsung pada hari Jumat, 24 Agustus 2013 ini dimulai dengan pidato pembukaan dari Ketua KM dan wakil rektor ITB yang berisi tentang tema OSKM ITB 2013 ini yaitu kearifan lokal. Seminar dilanjutkan dengan pidato yang diberikan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Gitta Wirdjawan. Pidato ini bertemakan Pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan cara men-sustain pertumbuhan ekonomi tersebut.

Menurut Bapak Gitta untuk memajukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia hal yang dibutuhkan pertama adalah pemimpin yang mengerti keinginan rakyat, perkembangan yang terjadi di jamannya, serta dapat menyeimbangkan geopolitik di Indonesia. Menurut Bapak Gitta Indonesia memiliki 9% dari total kekayaan alam di dunia, jumlah yang cukup signifikan, dan seorang pemimpin yang memiliki tiga sifat diatas akan bisa membuat pertumbuhan ekonomi di indonesia naik dengan signifikan serta bisa mempertahankan kenaikannya dalam jangka waktu yang lama. Idealnya, apabila pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalaha 6% per tahun, maka dalam kurun waktu 20 tahun Indonesia akan mendapatkan kue pertumbuhan sebesar 360.000 trilyun. Namun hal ini tidak bisa terealisasi karena berbagai faktor seperti adanya perusahaan asing di Indonesia, kurangnya invention will masyarakat Indonesia, serta kurang meratanya industrialisasi dan hilirisasi. Perusahaan asing di Indonesia akan mengurangi kue pertumbuhan Indonesia sehingga tidak akan mencapai 360.000 trilyun dalam kurun waktu 20 tahun. Kurangnya invention will berarti masyarakat Indonesia cukup bahagia dengan memakai prdouk yang ada atau memodifikasi barang yang sudah ada. Mereka tidak mau membuang waktu mereka untuk membuat sebuah kreasi yang baru. Kurang meratanya industrialisasi di daerah artinya daerah-daerah kecil belum mendapatkan lapangan kerja yang layak karena kurangnya industri disana serta tidak adanya hilirisasi membuat kemampuan kerja masyarakat Indonesia tidak fleksibel. Hilirisasi dapat diartikan sebagai pengajaran ilmu yang berbeda dari bidang pekerjaan seseorang contohnya seorang petani yang di ajarkan cara membuat ponsel. Bapak Gitta juga menambahkan disamping semua ini Indonesia harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi negara yang lain yang kian makin pesat juga. Indonesia harus bisa sensitif dan responsif terhadap perubahan yang terjadi di sekitar mereka.

Pembicara kedua adalah salah satu anggota Wanadri, organisasi yang menjelajahi keindahan alam Indonesia, dengan pidato bertema kekayan dan keindahan alam di Indonesia. Menurut pembicara ini, yang membuat Indonesia memiliki luas wilayah perairan sebesar ini adalah Deklarasi Juanda. Deklarasi ini membahas proposal Indonesia atas penghitungan ZEE Indonesia dihitung dari pulau-pulau terluar Indonesia. Deklarasi ini berjalan lancar tanpa adanya konflik ataupun pertumpahan darah sehingga Indonesia sekarang memiliki daerah perairan yang sangat luas. Indonesia juga memiliki jumlah pohon yang sangat banyak dibandingkan negara lain yaitu sekitar tujuh belas ribu pohon.

Pembicara ketiga membicarakan tentang bagaimana sistem ekonomi di Indonesia yang tidak manusiawi. Sistem ekonomi di Indonesia memisahkan daya sosial dengan komunitas sosial sehingga membuat masyarakat Indonesia sebagai tenaga kerja sosial tanpa adanya interaksi atas keinginan mereka. Hal ini banyak terjadi di Indonesia terutama karena pengaruh perusahaan asing seperti Freeport di Papua. Salah satu solusi yang di disarankan adalah kewirausahaan sosial. Wirausaha membolehkan masyarakat Indonesia melakukan kegiatan yang disukainya dengan sebaik-baiknya. Dengan sistem ini baik yang memulai ataupun pengikutnya dapat mengerti satu sama lain sehingga akan terjadi keseimbangan antara daya sosial dan komunitas sosial dengan teknologi, keuangan, dan manajemen.

Pembiacara terakhir datang dari lembaga riset indie. Lembaga ini meneliti apa yang sedang menjadi masalah di sekitar kita dari segi teknologi, ekonomi, dan sosial. Proyek yang sedang dikerjakan mereka saat ini adalah Angkot Day yaitu satu hari dimana mereka membuat angkot dago-kalapa gratis dan tidak ngetem lalu mereka mengumpulkan data-data lewat kuesioner yang diberikan kepada penumpang angkot di hari itu. Mereka adalah kelompok yang memecahkan masalah sosial, ekonomi, dan teknologi dengan inovasi mereka.

Pola Pikir K3 ~Harits



Nama : Harits Adhi Pradhana
Fakultas : STEI
NIM : 16513196
Kelompok : 5

Pola pikir K3 adalah sesuatu yang wajib dimiliki oleh semua mahasiswa karena mahasiswa dengan pola pikir K3 akan dapat membawa dampak yang tidak hanya signifikan tetapi juga membawa hal positif kepada orang-orang disekitarnya. Pola pikir ini berdasarkan singkatan K3 itu sendiri yaitu kritis, kreatif, dan konstruktif.

Kritis berarti sifat tidak mudah percaya akan sebuah hipotesa atau masalah yang dihadapi ke kita dan kemampuan analisa cepat atas masalah tersebut. Dengan sifat ini mahasiswa diharapkan bisa meninjau masalah yang dihadapinya dengan tepat dan benar tanpa membuang banyak waktu. Pola pikir ini sangat diperlukan karena sering bahkan selalu permasalahan yang kita hadapi ada beberapa sudut pandang untuk melihat masalah itu dan pencarian solusinya sedangkan waktu yang tersedia untuk kita berpikir solusi yang paling tepat tidaklah banyak.

Kreatif memiliki arti kemampuan seseorang untuk memiliki daya pikir untuk membuat hal baru. Pola pikir ini juga sangat dibutuhkan seorang mahasiswa karena seorang mahasiswa harus bisa membuat solusi yang belum ada sebelumnya atau memodifikasi solusi yang sudah ada menjadi solusi yang belum terpikirkan oleh orang lain sebelumnya. Apabila solusi yang dipakai untuk menyelesaikan sebuah masalah adalah solusi yang sudah ada sebelumnya kita tidak akan bisa membuat perubahan dari apa yang sudah ada dari jaman dulu yang seharusnya menjadi tugas seorang mahasiswa.

Yang terakhir adalah pola pikir konstruktif. Konstruktif disini berarti mahasiswa diharapkan bisa menggunakan pola pikir kritis dan kreatif yang dimilikinya dalam cara yang tidak menjatuhkan orang lain tetapi membantu orang lain. Seorang mahasiswa yang tidak memiliki sifat ini akan cenderung menggunakan pola pikir kreatif dan kritisnya dalam cara yang hanya menguntungkan diri sendiri. Hal ini sangat bahaya karena dengan kreatif dan kritis tanpa konstruktif seorang mahasiswa dapat menjatuhkan orang lain dengan cara-cara yang tidak terduga namun cepat dan tepat. Oleh karena itu, Pola pikir ini juga merupakan fundamental seorang mahasiswa yang masih akan dianugrahi oleh banyak ilmu nantinya. 

Seminar OSKM ~Kevin


Kevin Pardede
16013005

Sebagai generasi muda bangsa Indonesia, mahasiswa perlu dibekali pengetahuan tentang kearifan lokal dalam menghadapi perdagangan bebas agar kebudayaan kita akan terus dikikis oleh budaya negara asing. Kecintaan terhadap produk dalam negeri, dan budaya kita,  perlu ditanamkan kepada setiap warga Indonesia. Peranan pemerintah dalam hal ini salah satunya adalah pemerataan tingkat pertumbuhan ekonomi . Pada tahun 2012 tercatat bahwa 46% realisasi investasi di Indonesia terjadi di pulau Jawa. Ditekankan pula bahwa Indonesia terjebak dalam perekonomian kelas menengah. Ketidakmampuan dalam memaksimalkan teknologi untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi dengan multiplikasi harga jual yang signifikan adalah salah satu alasan. Pendapatan perkapita rata – rata penduduk di Indonesia adalah 4.000 $ / tahun . Walaupun dicanangkan bahwa tahun ini akan naik menjadi 5.000 $ / tahun  , jumlah ini masih sangat rendah dibandingkan negara – negara lain, bahkan di Asia Tenggara. Korea Selatan ( bukan Asia Tenggara )  misalnya,  jumlahnya mencapai 30.000 $ /tahun. Padahal dahulunya Korsel hanyalah negara yang penduduknya identik dengan kebodohan. Indonesia juga bisa, dengan reformasi agraria sebagai salah kunci sukses.Niscaya pertumbuhan ekonomi kita yang saat ini berkisar 6 % / tahun , bisa bertambah.

Berbagai data statistik memabukkan tidak bersumber yang diberikan pemberi materi ternyata  tidak cukup untuk menyembunyikan fakta bahwa hampir seluruh perusahaan pengolah bahan baku di Indonesia adalah perusahaan negara asing. Sedangkan masyrakat asli daerah tersebut hanya menjadi kulinya.  Tidak kalah penting adalah masalah ekonomi yang manusiawi. Sehingga tidak hanya kesetimbangan antara investasi dan pendapatan yang membuat sebuah negara kuat secara ekonomi. Pentingnya empati dan perasaan juga ditekankan dalam hal ini , sebagai pelengkap dari kemampuan berpikir.

Masalah – masalah diatas menuntut solusi, masyarakat membutuhkan perubahan.Perubahan yang kita nantikan itu tidak datang sendirinya. Perubahan dapat kita lakukan. Perubahan kecil yang dilakukan banyak orang adalah definisi perubahan itu sendiri.

Pola Pikir K3 ~Kevin

Kevin Pardede
16013005
 

Secara singkat definisi ketiga kata diatas :

1. Kritis : sifat tidak mudah percaya, mencari kekeliruan dari suatu pernyataan
2. Kreatif : daya cipta / pikir untuk menciptakan suatu hal yang baru dan berbeda dari yang lain.
3. Konstruktif : bersifat membangun..

Pola pikir K3 perlu dimiliki oleh setiap mahasiswa sebagai generasi muda bangsa. Dan suatu keharusan bahwa ketiga komponen tersebut harus dijalankan bersamaan. Ketidaklengkapan salah satu komponen, dapat berakibat fatal (cenderung negatif) . Misalnya, ada seorang mahasiswa yang sangat kritis dalam menanggapi suatu masalah dan juga memiliki sifat kreatif dalam dirinya sehingga mampu memberikan solusi unik dan logis untuk suatu masalah.. Namun tidak terdapat komponen konstruktif dalam pola pikir otak briliannya, sehingga dia cenderung tidak menghargai pendapat orang lain atau menjatuhkan orang lain dengan tanggapannya.Setiap komponen bobotnya sama dan pola pembuktian yang sama berlaku untuk ketidakadaan minimal salah satu komponen dan kombinasinya . 

Suatu masalah, umumnya dapat diobservasi dari berbagai sudut pandang. Metode ini dinamakan PESTEL, yaitu : politik, ekonomi, sosial, teknologi, environment, dan legal.
Menggunakan metode ini , analisis kita mengenai suatu masalah cenderung lebih terstruktur dan objektif dalam menemukan titik permasalahan, sehingga solusi lebih mudah untuk disimpulkan.

Seminar OSKM ~Fachry

Nama : Lazuard Fachry
NIM : 16113015
FAKULTAS : SITH-S
Kelompok : 5

Hari jumat tanggal 23 Agustus 2013 diadakan kegiatan seminar OSKM ITB yang dihadiri beberapa narasumber yang sudah tidak asing lagi, salah satunya adalah Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Bapak Gita Wirjawan. Beliau menyampaikan materi dengan tema cinta tanah air, berikut isi materi beliau pada OSKM ITB 2013.

Indonesia merupakan Negara dengan perkembangan ekonomi ke 15 terbesar di dunia, juga Negara muslim terbesar di dunia dari sisi ekonomi. Jadi, apa yang dibutuhkan perekonomian Indonesia saat ini? Perekonomian Indonesia butuh pemimpin yang mengerti keinginan rakyatnya dengan jelas. Bahkan dahulu, Bung Karno sebelum kemerdekaan Indonesia telah jauh berfikir mengenai masa depan Indonesia dengan jelas, mengenai masalah demokrasi, pluralisme dll.

Kita bisa sukses dari segi ekonomi sebagai Negara muslim dengan cara mengedepankan pluralisme dan tidak menghilangkan adat istiadat masing-masing daerah di Indonesia. Kita harus menjadikan perbedaan sebagai suatu kekuatan untuk merebut kejayaan ekonomi dunia.

Sebenarnya Indonesia merupakan Negara yang sedang bertransformasi, Negara yang strategis untuk perekonomian dunia, ada beberapa tantangan bagi Indonesia menuju suksesnya ekonomi 2030, diantaranya :

Meningkatkan produktivitas dalam negeri sebesar 60%  atau sekitar 7% per tahunnya.
Indonesia harus membuat produk yang memiliki nilai tambah.

Selama ini Indonesia belum bisa membuat nilai tambah suatu produk, contohnya, bauksit asal Indonesia dijual ke Australia dan disana, bauksit diproses menjadi aluminium dengan nilai tambah 5-10 kali, kemudian dijual ke jepang dan diolah menjadi alat-alat rumah tangga dengan nilai tambah sebesar 5-15 kali dari harga/nilai awal, kemudian Indonesia membeli barang olahan jepang tersebut dengan nilai tambah sebesar20-25 kali. Ini membuktikan bahwa Indonesia belum bisa memanfaatkan hasil buminya dengan optimal.

Beberapa tahun kedepan akan dibentuk Massa Perekonomian Asean, dengan tujuan:

Base produksi
Pasar kolektif
Ekonomi kompetitif

Artinya, Indonesia harus bisa bersaing dengan Negara-negara lain dalam system perekonomian tersebut agar perekonomian Indonesia terus maju dan tidak dicaplok oleh Negara-negara tetangga lainnya.

Pola Pikir K3 ~Fachry

Nama : Lazuard Fachry
NIM : 16113015
FAKULTAS : SITH-S
Kelompok : 5

    Pada hari rabu tanggal 21 Agustus 2013, selepas kegiatan SSDK di ITB, kami kelompok 5 berkumpul di basecamp kami yang terletak di Jalan Tubagus Ismail untuk mendengarkan materi dan tugas-tugas yang akan diberikan TAPLOK kami. Materi yang mereka sampaikan adalah mengenai pola pikir K3, saya akan me-review sedikit materi mengenai K3 tersebut.

    K3 adalah singkatan dari KRITIS, KREATIF dan KONSTRUKTIF, merupakan suatu pola pikir yang harus diterapkan oleh kami sebagai mahasiswa ITB. Berikut penjelasannya:

KRITIS adalah sifat tidak mudah percaya dan selalu mencari kekeliruan. Sikap ini diperlukan mahasiswa sebagai insan akademis, karena mahasiswa harus menerima segala hal dengan dasar persoalan yang jelas, artinya tidak menerima begitu saja.


KREATIF adalah daya cipta, daya pikir untuk mengadakan suatu hal yang baru, dalam kata lain, ANTIMAINSTREEM. Mahasiswa harus memiliki sikap kreatif, karena dengan sikap ini, diharapkan kita mampu menyelesaikan masalah dengan sudut pandang yang lain dan lebih baik.
KONSTRUKTIF berarti membangun, merupakan sikap yang menjadi pelengkap sikap kritis dan kreatif. Mengapa demikian? Karena dalam menjalankan sikap kritis, kita tidak bisa seenaknya mengkritik seseorang tanpa tujuan yang jelas, kita harus mengkritik segala hal dengan tujuan membangun agar hal tersebut menjadi lebih baik.

Selain menjelaskan K3, TAPLOK kami menjelaskan menganai metode observasi PESTEL, yaitu metode observasi dengan sudut pandang berupa :

Politik
Ekonomi
Social
Teknologi
Environment
Legal

Seminar OSKM ~Andre

Andre
16713254
Fakultas Teknologi Industri
Kelompok 5

Seminar OSKM 2013 berlangsung dengan seorang mediator bernama Maria Selena. Empat pembicara yang diundang adalah Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Indra Hidayat dari Wanadri, Tri Mumpuni, dan Kak Saska dari Riset Indie.

Pada sesi pertama dari seminar, Gita Wirjawan membawakan materi mengenai progress perekonomian di Indonesia. Menurut Pak Gita, perekonomian Indonesia membutuhkan generasi yang mengerti apa yang diinginkan rakyat. Perekonomian Indonesia menempati urutan ke-15 di dunia. Pada tahun 2012, 46% realisasi investasi terjadi di luar Pulau Jawa. Hal itu menghapus mitos bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya di Jakarta. Beliau mengatakan bahwa Indonesia dengan pemimpin masa depannya harus dapat mampu bersaing dengan negara lain dalam produktivitas, tidak hanya menjadi konsumen melulu. Karena itu dibutuhkan pendidikan yang bermutu pada rakyatnya dan yakin bahwa ITB dapat memberikan pendidikan yang baik tersebut. Sesi ditutup dengan alunan piano yang dimainkan oleh Gita Wirjawan sendiri.

Pada sesi kedua, diundanglah tiga orang anggota Wanadri. Dalam presentasinya, Indra Hidayat yang membawakan presentasinya. Wanadri adalah Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, merupakan organisasi yang bergerak di kegiatan alam bebas. Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan berbagai penampakan alam yang melimpah, baik di darat maupun lautan. Karena itu, Indonesia merupakan area yang seru untuk dijelajah dan dapat dinikmati keindahan alamnya yang tiada dua.

Pada sesi ketiga, Maria Selena memanggil Tri Mumpuni, seseorang yang dianugrahi penghargaan setelah membangun 60 buah pembangkit listrik pada desa-desa terpencil. Dalam presentasinya, dia berkata bahwa perekonomian yang manusiawi itu adalah dengan menjalankan bisnis dengan mempertimbangkan sumber daya sekaligus kesejahteraan komunitas lokalnya. Katanya juga, ekonomi masa kini seringkali dijadikan sebagai alat untuk mencari keuntungan tanpa mempedulikan kemanusiaan dan keseimbangan lingkungan. Karena itu, seorang wirausaha sosial masa depan diharapkan untuk mencoba mengubah perekonomian Indonesia menjadi lebih manusiawi.

Sebagai narasumber terakhir, dipanggillah Kak Saska, seorang alumni ITB yang saat ini menjalankan penelitian di Riset Indie. Riset Indie adalah suatu riset bebas. Riset Indie ini telah melakukan berbagai penelitian. Salah satunya adalah Project Alinea, projek animatronik pertama di Indonesia. Saat ini, penelitian Riset Indie yang sedang berjalan adalah Angkot Day. Angkot Day, merupakan hari di mana angkot Kalapa Dago nyaman, aman, dan gratis setiap tanggal 20 September. Riset ini meneliti berbagai hal yang berhubungan dengan angkot, terutama dalam hal kenyamanan dan keamanan.

Pola Pikir K3 (Kritis, Kreatif, Konstruktif) ~Afi

Nama    : Maghfira Ramadhani
NIM    : 16413183
Fakultas: FTTM

Dengan bertambahnya kata “maha” pada siswa tentunya pola pikir kita harus berbeda dari yang sebelumnya.  Kita harus lebih dewasa, bijaksana, dan lebih mandiri tentunya. Jika kita memandang suatu hal pada saat siswa dahulu, mungkin kita akan langsung menilai suatu hal sesaat setelah melihat hal itu secara sekilas. Pola pikir K3 ini merupakan salah satu pola pikir yang bijaksana dan mengarah kepada sikap yang benar dalam melihat suatu masalah. Pola pikir K3 pula yang akan menjadi bagian idealisme mahasiswa. Idealisme layaknya dimiliki oleh seorang mahasiswa agar ia mampu membatasi tindakannya pada kebenaran.

Salah satu idealisme yang dimiliki mahasiswa yakni pola pikir K3. Apa itu K3? K3 merupakan singkatan dari kritis, kreatif, dan konstruktif. Berikut ini penjelas dari masing-masing pola pikir.

Kritis menurut KBBI adalah bersifat tidak lekas percaya; selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan; tajam dalam penganalisisan. Sebagai mahasiswa hendaknya kita tidak mudah mempercayai pernyataan yang tidak ada dasar kebenarannya, contohnya seseorang mengatakan suatu persamaan baru dalam matematika, maka seorang mahasiswa sudah sepantasnya meminta bukti formal untuk persamaan matematika tersebut. Menurut saya, kritis adalah mampu berpikir luas dan bijaksana akan suatu masalah dengan cara meninjaunya dari berbagai sudut pandang atau dari berbagai aspek. Karena sesungguhnya setiap hal itu mempunyai kebaikan dan keburukan yang relative terhadap aspek yang berkaitan.

Kreatif menurut KBBI adalah memiliki daya cipta; memiliki kemampuan untuk menciptakan; bersifat (mengandung) daya cipta. Kreatif berarti mampu berinovasi, mampu memberi gagasan yang berbeda dari apa yang sudah pernah dikemukaan orang lain, mampu terlepas dari hal-hal yang mainstream. Kreatif termasuk kedalam proses ketiga dalam proses 3N(Ndeloke, Niroke, Nambahke) yang disebutkan oleh Bapak Wawan Dewanto Ph.D yaitu Nambahke atau menambahkan hal baru berupa hal positif pada suatu hal agar mampu menjadi lebih baik.

Konstruktif menurut KBBI adalah bersangkutan dengan konstruksi; bersifat membina, memperbaiki, membangun, dan sebagainya. Makna konstruktif disini berarti mampu menerapkan pola piir kritis dan kreatif untuk hal-hal yang membangun, bukannya untuk menjatuhkan atau merendahkan orang lain. Alangkah baiknya jika kita mampu menerapkan pola pikir kritis, kreatif, dan konstruktif. Karena dengan ketiga pola pikir itu, maka kita akan mampu membangun pola pikir bersama, berkembang bersama, kemudian selanjutnya maju bersama. Ayo maju bersama #untukIndonesia !

Pola Pikir K3 ~Andy


Fajar Andy Setyawan
16513016
STEI
Kelompok 5


Pola Pikir K3 (Kritis, Kreatif, dan Konstruktif)
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya. Mulai dari jumlah pulau, keberagaman, dan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi Indonesia. Tapi tidak hanya itu, negara Indonesia juga mempunyai permasalahan-permasalahan yang amat beragam di masing daerah dengan berbagai tingkat permasalahannya. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan yang ada di Indonesia adalah dengan pola pikir K3.

    Apakah itu pola pikir K3? Pola pikir K3 adalah kepanjangan dari pola pikir kritis, kreatif, dan konstruktif.  Hal ini mungkin pertama kali anda dengar, tapi ini adalah suatu pola pikir yang baik dalam proses pembangunan negara terutama negara Indonesia tercinta. Untuk lebih mengerti, ada baiknya kita mengerti penjelasan dari kritis, kreatif, dan konstruktif.

Kritis adalah suatu sikap yang tidak mudah percaya, tapi tidak dalam konotasi negatif. Contohnya adalah jika ada suatu pemecahan masalah, ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu apakah pemecahan masalah tersebut cukup efektif dan efisien untuk memecahkan masalah yang ada. Mulai dari data awal, proses pencarian solusi, dan hingga solusi akhir. Hal ini, diperlukan apalagi bila kita berkecimpungan di dalam dunia teknik dan ilmu pasti. Harus ada data-data ilmiah yang mendukung dan sesuai dengan hasil akhir. Jangan sampai sampai terjadi kita hanya mempercayakan begitu saja tanpa melihat suatu kebenaran dari suatu hal.

Yang kedua adalah kreatif. Kreatif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah daya pikir untuk mengadakan suatu hal yang baru. Hal ini merupakan tindak lanjut dari sikap kritis. Dalam kehidupan kita sering menemui permasalahan dan kita harus menghadapinya dengan menemukan solusi yang sesuai. Nah, di sini kreatifitas amat diperlukan untuk menemukan solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah. Tapi kreatif tidak hanya digunakan dalam menyelesaikan masalah tapi juga dalam menentukan masalah awal dengan cara pikir berbeda atau dari sudut pandang yang berbeda. Dan kemudian kita juga bisa menggunakan cara untuk mencari solusi yang mungkin berbeda dengan orang lain. Tapi dalam hal ini kreatif tidak selamanya selalu menemukan hal yang baru, tapi juga bisa dengan pengembangan pada suatu cara yang telah ada terdahulu misal dengan menambah beberapa cara.

Kemudian yang terakhir adalah konstruktif. Bila dilihat dari arti kata konstruktif maka berarti membangun atau mengarah ke suatu yang positif. Tapi apakah maknanya dalam suatu pola pikir? Konstruktif di sini berperan sebagai pelengkap dari kritis dan kreatif. Kenapa konstruktif harus diikutkan dalam pola pikir ini? Pertanyaan ini mungkin agak aneh dan juga membingungkan. Penjelasannya dengan cara gampang adalah apabila orang telah berpikir kritis, dia sudah mencari tahu segala macam fakta yang digunakan dalam suatu masalah kemudian dia menemukan ide kreatif untuk menyelesaikan suatu masalah yang terjadi kemudian dia menemukan solusinya. Apakah hal tersebut hanya berhenti sampai dia menemukan solusi saja? Tentu saja tidak kita juga harus melihat dari berbagai segi, apakah solusi yang orang tersebut tawarkan itu konstruktif atau malah destruktif. Hal ini perlu kita perhatikan bahwa tujuan awal kita untuk mencari pemecahan suatu masalah adalah menemukan solusi. Solusi atau pemecahan masalah merupakan suatu tindak lanjut positif karena adanya masalah. Nah, disinilah titik pentingnya bahwa solusi yang kita tawarkan adalah solusi yang positif atau yang konstruktif. Jangan sampai kita malah berpikir kritis dan juga berpikir kreatif tapi tidak menghasilkan suatu yang konstruktif maka kerja keras kita adalah suatu yang tidak berguna.

    Dan mungkin ada sedikit tambahan, apa sih pola pikir. Kalau dilihat dari katanya pola adalah merupakan suatu bentuk dasar. Sedangkan kata pikir adalah proses menemukan suatu solusi. Bila kedua kata tersebut digabung maka dapat diartikan dasar dalam proses menemukan suatu solusi. Dari penjabaran-penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa pola pikir K3 adalah proses menemukan masalah yang berdasarkan oleh sikap kritis, kreatif, dan hasil yang konstruktif. Hal ini amat diperlukan terutama bagi generasi muda untuk membangun  negara Indonesia yang mungkin sekarang sedang dalam proses pembangunan dan merangkak dari negara berkembang menjadi negara maju. Tapi untuk menikmati hasil dari pola pikir K3 tidak langsung kita rasakan, tapi mungkin anak atau cucu kita rasakan. Namun, hendaknya kita mencatatkan nama kita sebagai  salah satu orang yang telah melakukan perubahan yang baik untuk kemajuan negara Indonesia.

Merdeka!!!!!
Merdeka!!!!!

Seminar OSKM ~Andy

 
Fajar Andy Setyawan
16513016   
STEI   
Kelompok 5


K3L ITB(Keamanan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan ITB)
Dalam presentasi ini disajikan berbagai materi tentang salah satu lembaga yang berada di ITB yang bernama K3L.Lembaga ini mengurusi tentang peraturan membawa kendaraan ke kampus ITB, tentang hal yang berhubungan dengan keselamatan orang yang berada di dalam kampus ITB, dan sebagainya. Dalam presentasi ini juga sempat diputarkan bagaimana yang harus kita lakukan ketika ada kebakaran atau gempa bumi.

Pidato Menteri Perdagangan Indonesia
Dalam pidato Menteri Perdagangan Indonesia , Bapak Gita Wiryawan sempat menceritakan tentang bagaimana tim Indonesia meraih suatu hasil yang memuaskan ketika ada kompetensi bulu tangkis di negara China. Beliau bercerita tentang bagaimana beliau bercakap-cakap dengan atlet yang mengikuti kompetensi tersebut yang membuat semangat timbul di dalam diri para atlet sehingga Indonesia dapat meraih penghargaan.  Kemudian beliau memberi beberapa nasihat bahwa lulusan ITB harus dan wajib dalam proses pembangunan negara Indonesia. Beliau menasihati agar lulusan ITB dapat membuat produk sendiri yang dipasarkan dalam pasar dalam negeri yang dapat menyaingi produk mancanegara terutama untuk menciptakan suatu kemandirian ekonomi dan juga menunjang pertumbuhan ekonomi yang ada didalam negara Indonesia. Beliau juga berpesan bahwa lulusan ITB harus bisa menjawab tantangan masa depan terutama ketika terjadi gejolak ekonomi sekarang ini yang terjadi di dalam pasar saham yang menyebabkan terjadinya penurunan nilai tukar uang. Selain itu beliau mengatakan bahwa proses belajar di ITB didasarkan oleh kearifan lokal. Kutipan beliau yang saya dengar adalah “ bangsa yang kehilangan kearifan lokal adalah bangsa yang kehilangan jati diri.” Dalam hal ini seolah beliau ingin menunjukan bahwa ITB merupakan salah satu jati diri Indonesia.

Wanadri
Presentasi berjudul “ Cinta Tanah Air” ini mengenalkan kegiatan wanadri yang merupakan suatu media alam bebas sebagai pendidikan. Presentasi dimulai dengan memaparkan sedikit fakta tentang Indonesia dan isinya. Kemudian diikuti bagaimana perubahan wilayah Indonesia saat proklamasi dan setelah Deklarasi Djuanda yang menyebabkan perluasan wilayah laut Indonesia. Karena luasnya wilayah Indonesia, hal ini tidak memungkinkan untuk dilakukan patroli pada setiap pulau di dalam perbatasan secara intensif maka salah satu kegiatan Wanadri adalah menempatkan foto proklamator bangsa Indonesia, Ir. Soekarno dan Moh. Hatta di pulau-pulau yang terletak di perbatasan sebagai bukti bahwa pulau-pulau tersebut merupakan pulau milik Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mencegah masalah perbatasan Indonesia dengan negara sekelilingnya yang berjumlah sepuluh.

Presentasi dari Ibu Trimumpuni Iskandar
Presentasi ini berjudul “ Integritas dan Kompetensi Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa.” Dalam presetasi ini disampaikan bahwa dalam kita tidak hanya menggunakan logika saja, tetapi juga empati.  Hal ini bertujuan agar tidak hanya kita mampu secara akademik tapi kita juga peduli terhadap kesejahteraan bangsa Indonesia. Karena dilihat dari pengalaman Ibu Trimumpuni Iskandar ini banyak daerah di Indonesia yang belum dialiri listrik. Hal ini tentu saja menunjukan suatu ketidaksejahteraan suatu bangsa. Nah dalam lulusan ITB didorong untuk dapat unjuk gigi dalam menyejahterakan rakyat Indonesia, karena selama ini keuntungan dari suatu sumber daya di Indonesia masih dikuasai oleh para pemilik modal yang mengabaikan kesejahteraan sosial dan daya dukung setempat. Salah satu percepatan untuk pembangunan yang bertujuan untuk kesejahteraan rakyat adalah dengan penguasaan teknologi dan managemen.

(penulis hanya sempat menulis sampai disini karena harus menghadap ke Lembaga Kemahasiswaan dalam proses pengajuan subsidi UKT)