Nama : Harits Adhi Pradhana
Fakultas : STEI
NIM : 16513196
Kelompok : 5
Seminar yang berlangsung pada hari Jumat, 24 Agustus 2013 ini dimulai dengan pidato pembukaan dari Ketua KM dan wakil rektor ITB yang berisi tentang tema OSKM ITB 2013 ini yaitu kearifan lokal. Seminar dilanjutkan dengan pidato yang diberikan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Gitta Wirdjawan. Pidato ini bertemakan Pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan cara men-sustain pertumbuhan ekonomi tersebut.
Menurut Bapak Gitta untuk memajukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia hal yang dibutuhkan pertama adalah pemimpin yang mengerti keinginan rakyat, perkembangan yang terjadi di jamannya, serta dapat menyeimbangkan geopolitik di Indonesia. Menurut Bapak Gitta Indonesia memiliki 9% dari total kekayaan alam di dunia, jumlah yang cukup signifikan, dan seorang pemimpin yang memiliki tiga sifat diatas akan bisa membuat pertumbuhan ekonomi di indonesia naik dengan signifikan serta bisa mempertahankan kenaikannya dalam jangka waktu yang lama. Idealnya, apabila pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalaha 6% per tahun, maka dalam kurun waktu 20 tahun Indonesia akan mendapatkan kue pertumbuhan sebesar 360.000 trilyun. Namun hal ini tidak bisa terealisasi karena berbagai faktor seperti adanya perusahaan asing di Indonesia, kurangnya invention will masyarakat Indonesia, serta kurang meratanya industrialisasi dan hilirisasi. Perusahaan asing di Indonesia akan mengurangi kue pertumbuhan Indonesia sehingga tidak akan mencapai 360.000 trilyun dalam kurun waktu 20 tahun. Kurangnya invention will berarti masyarakat Indonesia cukup bahagia dengan memakai prdouk yang ada atau memodifikasi barang yang sudah ada. Mereka tidak mau membuang waktu mereka untuk membuat sebuah kreasi yang baru. Kurang meratanya industrialisasi di daerah artinya daerah-daerah kecil belum mendapatkan lapangan kerja yang layak karena kurangnya industri disana serta tidak adanya hilirisasi membuat kemampuan kerja masyarakat Indonesia tidak fleksibel. Hilirisasi dapat diartikan sebagai pengajaran ilmu yang berbeda dari bidang pekerjaan seseorang contohnya seorang petani yang di ajarkan cara membuat ponsel. Bapak Gitta juga menambahkan disamping semua ini Indonesia harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan ekonomi negara yang lain yang kian makin pesat juga. Indonesia harus bisa sensitif dan responsif terhadap perubahan yang terjadi di sekitar mereka.
Pembicara kedua adalah salah satu anggota Wanadri, organisasi yang menjelajahi keindahan alam Indonesia, dengan pidato bertema kekayan dan keindahan alam di Indonesia. Menurut pembicara ini, yang membuat Indonesia memiliki luas wilayah perairan sebesar ini adalah Deklarasi Juanda. Deklarasi ini membahas proposal Indonesia atas penghitungan ZEE Indonesia dihitung dari pulau-pulau terluar Indonesia. Deklarasi ini berjalan lancar tanpa adanya konflik ataupun pertumpahan darah sehingga Indonesia sekarang memiliki daerah perairan yang sangat luas. Indonesia juga memiliki jumlah pohon yang sangat banyak dibandingkan negara lain yaitu sekitar tujuh belas ribu pohon.
Pembicara ketiga membicarakan tentang bagaimana sistem ekonomi di Indonesia yang tidak manusiawi. Sistem ekonomi di Indonesia memisahkan daya sosial dengan komunitas sosial sehingga membuat masyarakat Indonesia sebagai tenaga kerja sosial tanpa adanya interaksi atas keinginan mereka. Hal ini banyak terjadi di Indonesia terutama karena pengaruh perusahaan asing seperti Freeport di Papua. Salah satu solusi yang di disarankan adalah kewirausahaan sosial. Wirausaha membolehkan masyarakat Indonesia melakukan kegiatan yang disukainya dengan sebaik-baiknya. Dengan sistem ini baik yang memulai ataupun pengikutnya dapat mengerti satu sama lain sehingga akan terjadi keseimbangan antara daya sosial dan komunitas sosial dengan teknologi, keuangan, dan manajemen.
Pembiacara terakhir datang dari lembaga riset indie. Lembaga ini meneliti apa yang sedang menjadi masalah di sekitar kita dari segi teknologi, ekonomi, dan sosial. Proyek yang sedang dikerjakan mereka saat ini adalah Angkot Day yaitu satu hari dimana mereka membuat angkot dago-kalapa gratis dan tidak ngetem lalu mereka mengumpulkan data-data lewat kuesioner yang diberikan kepada penumpang angkot di hari itu. Mereka adalah kelompok yang memecahkan masalah sosial, ekonomi, dan teknologi dengan inovasi mereka.
Friday, 23 August 2013
Seminar OSKM ITB 2013 ~Harits
10:19
No comments
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment