Fajar Andy Setyawan
16513016
STEI
Kelompok 5
Pola Pikir K3 (Kritis, Kreatif, dan Konstruktif)
Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya. Mulai dari jumlah pulau, keberagaman, dan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi Indonesia. Tapi tidak hanya itu, negara Indonesia juga mempunyai permasalahan-permasalahan yang amat beragam di masing daerah dengan berbagai tingkat permasalahannya. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan yang ada di Indonesia adalah dengan pola pikir K3.
Apakah itu pola pikir K3? Pola pikir K3 adalah kepanjangan dari pola pikir kritis, kreatif, dan konstruktif. Hal ini mungkin pertama kali anda dengar, tapi ini adalah suatu pola pikir yang baik dalam proses pembangunan negara terutama negara Indonesia tercinta. Untuk lebih mengerti, ada baiknya kita mengerti penjelasan dari kritis, kreatif, dan konstruktif.
Kritis adalah suatu sikap yang tidak mudah percaya, tapi tidak dalam konotasi negatif. Contohnya adalah jika ada suatu pemecahan masalah, ada baiknya kita mencari tahu terlebih dahulu apakah pemecahan masalah tersebut cukup efektif dan efisien untuk memecahkan masalah yang ada. Mulai dari data awal, proses pencarian solusi, dan hingga solusi akhir. Hal ini, diperlukan apalagi bila kita berkecimpungan di dalam dunia teknik dan ilmu pasti. Harus ada data-data ilmiah yang mendukung dan sesuai dengan hasil akhir. Jangan sampai sampai terjadi kita hanya mempercayakan begitu saja tanpa melihat suatu kebenaran dari suatu hal.
Yang kedua adalah kreatif. Kreatif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah daya pikir untuk mengadakan suatu hal yang baru. Hal ini merupakan tindak lanjut dari sikap kritis. Dalam kehidupan kita sering menemui permasalahan dan kita harus menghadapinya dengan menemukan solusi yang sesuai. Nah, di sini kreatifitas amat diperlukan untuk menemukan solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah. Tapi kreatif tidak hanya digunakan dalam menyelesaikan masalah tapi juga dalam menentukan masalah awal dengan cara pikir berbeda atau dari sudut pandang yang berbeda. Dan kemudian kita juga bisa menggunakan cara untuk mencari solusi yang mungkin berbeda dengan orang lain. Tapi dalam hal ini kreatif tidak selamanya selalu menemukan hal yang baru, tapi juga bisa dengan pengembangan pada suatu cara yang telah ada terdahulu misal dengan menambah beberapa cara.
Kemudian yang terakhir adalah konstruktif. Bila dilihat dari arti kata konstruktif maka berarti membangun atau mengarah ke suatu yang positif. Tapi apakah maknanya dalam suatu pola pikir? Konstruktif di sini berperan sebagai pelengkap dari kritis dan kreatif. Kenapa konstruktif harus diikutkan dalam pola pikir ini? Pertanyaan ini mungkin agak aneh dan juga membingungkan. Penjelasannya dengan cara gampang adalah apabila orang telah berpikir kritis, dia sudah mencari tahu segala macam fakta yang digunakan dalam suatu masalah kemudian dia menemukan ide kreatif untuk menyelesaikan suatu masalah yang terjadi kemudian dia menemukan solusinya. Apakah hal tersebut hanya berhenti sampai dia menemukan solusi saja? Tentu saja tidak kita juga harus melihat dari berbagai segi, apakah solusi yang orang tersebut tawarkan itu konstruktif atau malah destruktif. Hal ini perlu kita perhatikan bahwa tujuan awal kita untuk mencari pemecahan suatu masalah adalah menemukan solusi. Solusi atau pemecahan masalah merupakan suatu tindak lanjut positif karena adanya masalah. Nah, disinilah titik pentingnya bahwa solusi yang kita tawarkan adalah solusi yang positif atau yang konstruktif. Jangan sampai kita malah berpikir kritis dan juga berpikir kreatif tapi tidak menghasilkan suatu yang konstruktif maka kerja keras kita adalah suatu yang tidak berguna.
Dan mungkin ada sedikit tambahan, apa sih pola pikir. Kalau dilihat dari katanya pola adalah merupakan suatu bentuk dasar. Sedangkan kata pikir adalah proses menemukan suatu solusi. Bila kedua kata tersebut digabung maka dapat diartikan dasar dalam proses menemukan suatu solusi. Dari penjabaran-penjabaran diatas dapat disimpulkan bahwa pola pikir K3 adalah proses menemukan masalah yang berdasarkan oleh sikap kritis, kreatif, dan hasil yang konstruktif. Hal ini amat diperlukan terutama bagi generasi muda untuk membangun negara Indonesia yang mungkin sekarang sedang dalam proses pembangunan dan merangkak dari negara berkembang menjadi negara maju. Tapi untuk menikmati hasil dari pola pikir K3 tidak langsung kita rasakan, tapi mungkin anak atau cucu kita rasakan. Namun, hendaknya kita mencatatkan nama kita sebagai salah satu orang yang telah melakukan perubahan yang baik untuk kemajuan negara Indonesia.
Merdeka!!!!!
Merdeka!!!!!
Friday, 23 August 2013
Pola Pikir K3 ~Andy
10:00
No comments
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






0 comments:
Post a Comment