Friday, 23 August 2013

Seminar OSKM ~Fachry

Nama : Lazuard Fachry
NIM : 16113015
FAKULTAS : SITH-S
Kelompok : 5

Hari jumat tanggal 23 Agustus 2013 diadakan kegiatan seminar OSKM ITB yang dihadiri beberapa narasumber yang sudah tidak asing lagi, salah satunya adalah Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Bapak Gita Wirjawan. Beliau menyampaikan materi dengan tema cinta tanah air, berikut isi materi beliau pada OSKM ITB 2013.

Indonesia merupakan Negara dengan perkembangan ekonomi ke 15 terbesar di dunia, juga Negara muslim terbesar di dunia dari sisi ekonomi. Jadi, apa yang dibutuhkan perekonomian Indonesia saat ini? Perekonomian Indonesia butuh pemimpin yang mengerti keinginan rakyatnya dengan jelas. Bahkan dahulu, Bung Karno sebelum kemerdekaan Indonesia telah jauh berfikir mengenai masa depan Indonesia dengan jelas, mengenai masalah demokrasi, pluralisme dll.

Kita bisa sukses dari segi ekonomi sebagai Negara muslim dengan cara mengedepankan pluralisme dan tidak menghilangkan adat istiadat masing-masing daerah di Indonesia. Kita harus menjadikan perbedaan sebagai suatu kekuatan untuk merebut kejayaan ekonomi dunia.

Sebenarnya Indonesia merupakan Negara yang sedang bertransformasi, Negara yang strategis untuk perekonomian dunia, ada beberapa tantangan bagi Indonesia menuju suksesnya ekonomi 2030, diantaranya :

Meningkatkan produktivitas dalam negeri sebesar 60%  atau sekitar 7% per tahunnya.
Indonesia harus membuat produk yang memiliki nilai tambah.

Selama ini Indonesia belum bisa membuat nilai tambah suatu produk, contohnya, bauksit asal Indonesia dijual ke Australia dan disana, bauksit diproses menjadi aluminium dengan nilai tambah 5-10 kali, kemudian dijual ke jepang dan diolah menjadi alat-alat rumah tangga dengan nilai tambah sebesar 5-15 kali dari harga/nilai awal, kemudian Indonesia membeli barang olahan jepang tersebut dengan nilai tambah sebesar20-25 kali. Ini membuktikan bahwa Indonesia belum bisa memanfaatkan hasil buminya dengan optimal.

Beberapa tahun kedepan akan dibentuk Massa Perekonomian Asean, dengan tujuan:

Base produksi
Pasar kolektif
Ekonomi kompetitif

Artinya, Indonesia harus bisa bersaing dengan Negara-negara lain dalam system perekonomian tersebut agar perekonomian Indonesia terus maju dan tidak dicaplok oleh Negara-negara tetangga lainnya.

0 comments:

Post a Comment