Sudah tidak aneh mendengar berita kebanjiran di ibukota negara kita, Jakarta. Banjir di Jakarta ini umumnya disebabkan oleh meluapnya air yang berasal dari Sungai Ciliwung. Nah, apa sajakah penyebab dan efek dari banjir tersebut?
Berikut ini adalah berbagai macam permasalahan yang mengakibatkan dan diakibatkan banjir tersebut dilihat dari berbagai sudut pandang.
Politik
Permasalahan banjir apabila tidak dapat diatasi, dapat dijadikan sebagai senjata untuk menjatuhkan pemerintahan.
Ekonomi
Kebanjiran dapat menyebabkan terganggunya aktivitas lalu lintas para pekerja dan dapat menurunkan tingkat produktivitas dari kota tersebut.
Sosial
Kebanjiran diakibatkan ketidakpedulian masyarakat, misalnya membuang sampah sembarangan di sungai. Banjir ini pun dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Teknologi
Kebanjiran ini disebabkan karena adanya hambatan pada sistem pengaliran air di kota.
Lingkungan
Hambatan pada sistem pengaliran tersebut tentu diakibatkan karena adanya penghambat yaitu sampah. Sampah-sampah yang tergenang pada air banjir tersebut dapat membawa bibit penyakit.
Solusi yang sudah pernah dilakukan tapi dibutuhkan modifikasi adalah pengadaan lubang saluran air. Lubang aliran air yang ada selama ini terbukti efektif untuk dapat mengalirkan air ke luar kota. Akan tetapi, aliran air yang teramat deras terutama di daerah sekitar lubang tersebut dapat menyedot serta manusia di sekitarnya dan dapat menyebabkan tewasnya manusia tersebut. Untuk itu diperlukan improvisasi pada saluran air agar lebih aman. Caranya adalah dengan membangun suatu bangunan kecil di atas lubang dengan memberikan celah sempit tempat masuknya air. Bangunan kecil tersebut diharapkan dapat menghalangi penyedotan manusia oleh lubang.
Solusi lain yang membutuhkan modifikasi adalah dengan menaburkan garam pada awan yang akan mendekati kota Jakarta. Awan yang ditaburkan garam akan mengalami kenaikan titik didih sehingga berkondensasi menjadi air hujan. Hujan tersebut diusahakan terjadi di area selain daerah rawan banjir. Untuk itu, garam harus secepat mungkin ditaburkan pada awan sebelum mencapai daerah rawan banjir tersebut.
Solusi yang belum pernah dilakukan dan dapat diwujudkan adalah membangun bendungan. Bendungan ini mirip seperti bendungan-bendungan yang terdapat di Negara Belanda. Bendungan ini akan menghalangi aliran air deras yang berpotensi memasuki daerah Jakarta ketika hujan. Aliran air sungai yang deras itu akan teralihkan ke arah laut. Namun, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun tembok tersebut.
Personil Subkelompok 2:
Andre
Benjamin Nathanael
Wafda Liulin Nuha
Lazurdy Fachry
Okti D. N. M.
Indra








0 comments:
Post a Comment