Selamat Datang di Website Kelompok 5!

Web ini dibuat untuk keperluan OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) ITB 2013

Kolam Indonesia Tenggelam di Tengah-Tengah Kampus ITB

Ada penunjuk arah di sekeliling kolam Indonesia tenggelam mengarah pada lokasi program studi yang tertulis.

Pintu Masuk Gerbang Depan ITB

Bunga bougenville di sini berbunga hanya pada bulan Agustus pada saat penerimaan mahasiswa baru.

Ayo Datang ke OHU!

OHU (Open House Unit) 2013 akan diselenggarakan 1 September 2013, dibuka untuk umum. Ayo dateng! Acaranya seru loh..

Gedung Sasana Budaya Ganesha

Di gedung inilah seluruh mahasiswa baru ITB resmi disahkan sebagai mahasiswa, tidak peduli program S1, S2, dan S3. Di sini pula para alumni diwisuda.

Wednesday, 28 August 2013

Mitigasi Bencana di ITB ~Sonia

Sonia Rosliana
FMIPA
16013185
Kelompok 5

Mitigasi Gempa

Di dalam ruangan:
1. Berlindung di bawah meja
2. Ketika gempa berhenti, keluar sambil tetap menutupi kepala melalui pintu keluar darurat

Di luar ruangan:
1. Segera menuju titik berkumpul (assembly point) di tempat-tempat terbuka yang tersedia

Mitigasi Kebakaran

Di dalam ruangan:
1. Nyalakan alarm kebakaran terdekat
2. Berusaha memadamkan api dengan unit pemadam api sederhana yang ada
3. Bila gagal, telepon K3L dan selamatkan diri melalui pintu keluar darurat

Di luar ruangan:
1. Telepon K3L
2. Selamatkan diri ke tempat yang aman

Bencana dapat terjadi kapan saja. Ketahuilah cara memitigasinya untuk mengurangi resikonya.

Mitigasi Bencana di ITB ~Harits

Nama : Harits Adhi Pradhana
NIM : 16513196
Fakultas : STEI
Kelompok : 5

    Mitigasi bencana adalah serangkaian prosedur yang diajarkan oleh ITB kepada kita, maba, yang mengatur regulasi apabila terjadi bencana mendadak seperti gempa bumi sehingga korban jiwa yang timbul karena bencana itu dapat di minimalisir bahkan tidak ada.

    Pada saat terjadi gempa bumi, yang paling penting adalah untuk tidak panik. Apabila sedang berada di luar ruangan, segeralah menjauh dari pilar atau pohon dan cari tempat terbuka sambil menutpi kepala lalu berlari kearah assembly point yaitu tempat berkumpulnya orang-orang sampai bencana usai. Apabila sedang berada di dalam ruangan, segeralah tutupi kepala lalu sembunyi di bawah meja hingga gempa usai. Lalu, berjalan keluar gedung sambil tetap menutupi kepala. Hal yang paling penting pada proses evakuasi ini adalah untuk tidak menggunakan lift dan tidak panik sehingga kita dapat mencari pintu emergency exit tanpa salah mengikuti langkah-langkah yang sudah disebutkan diatas.

Mitigasi Bencana di ITB ~Ben

Benjamin Nathanael
16613329
FTSL
Kelompok 5


Pada seminar kemarin,  para mahasiswa ITB angkatan 2013 diberikan pengarahan mengenai mitigasi bencana oleh wakil kepala UPT K3L(Keamanan, Ketertiban, dan Kesehatan Lingkungan). Adapun mahasiswa ITB diharapkan untuk selalu berhati-hati dan menaati peraturan-peraturan yang berlaku demi keamanan dan keselamatan bersama.

Beberapa hal yang dibahas dalam K3L adalah:


1.    Jalan di ITB bukan untuk pejalan kaki, karena pejalan kaki sudah ada jalannya sendiri (trotoar)
2.    Jalan untuk pejalan kaki (trotoar) bukan untuk kendaraan, tidak boleh ada kendaraan yang parkir di jalannya pejalan kaki
3. Tidak boleh membuang sampah sembarangan
4. Mahasiswa tidak boleh membawa kendaraan kecuali yang memiliki izin
5. Ada beberapa titik kumpul (assembly point) dan jalur evakuasi yang sebaiknya digunakan di ITB ketika ada bencana
6. ITB memilik mobil patroli, ambulance, pemadam kebakaran, dan mobil fungsional lainnya yang dipergunakan untuk kebutuhan mahasiswa, dosen, serta staff ITB yang bisa dihubungi kapan saja.


Bila terjadi bencana kebakaran, coba memadamkan api dengan alat pemadam api darurat. Apabila tidak bisa ataupun ragu-ragu mengoperasikan alat pemadam api, jangan mencoba-coba. Segera hubungi K3L dan lakukan evakuasi. Bila api terlalu besar, jangan mengambil resiko. Segera hubungi K3L dan lakukan evakuasi menuju assembly point. Bunyikan alarm untuk memberi tahu mahasiswa lainnya. Bila kondisi sudah aman, alarm akan dibunyikan 3 kali. Setelah itu kembali menuju ke tempat aman dengan tertib

Mitigasi Bencana di ITB ~Andre

Oleh Andre, 16713254, FTI

Bencana dan kecelakaan dapat terjadi dimanapun, kapanpun dan pada siapapun. Tidak menutup kemungkinan Andalah yang sedang menjalani kuliah di kampus ITB ini yang mengalami kecelakaan atau bencana. Berbagai bencana dijabarkan menjadi tiga hal :

Kecelakaan Kerja
Kecelakaan kerja umumnya terjadi di laboratorium. Kecelakaan kerja terbagi menjadi dua, ada yang ringan, juga ada yang berat. Apabila kecelakaan kerja berdampak ringan, seperti luka, tersiram senyawa korosif, dan sebagainya, cukup hubungi laboran di sekitar dan lakukan tindakan penyelamatan sesuai prosedur yang berlaku. Apabila kecelakaan kerja berakibat fatal seperti kebakaran, lakukan langkah-langkah tindakan yang akan dibahas di bawah ini.

Kebakaran
Langkah-langkah tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi kebakaran di dalam ruangan.
1.    Berteriaklah agar orang-orang di sekitarnya tahu dan dapat segera menyelamatkan diri
2.    Carilah alarm kebakaran dan nyalakan alarm tersebut.
3.    Apabila Anda mampu menggunakan APAR, gunakanlah APAR untuk memadamkan api. Apabila Anda tidak dapat menggunakannya, lebih baik segera menjauhi api dan menyelamatkan diri.
4.    Apabila api terlalu besar sehingga tidak dapat dipadamkan dengan APAR, segera kontak K3L sambil menyelamatkan diri dari api.
5.    Ada baiknya Anda mempelajari denah gedung yang Anda tempati agar dapat memperlancar proses penyelamatan diri untuk keluar dari ruangan.
Apabila kebakaran terjadi di luar ruangan, tidak ada hal yang dapat Anda lakukan selain menghubungi K3L dan menjauhkan diri Anda dari api dengan cepat.

Gempa Bumi
Langkah-langkah yang dilakukan ketika terjadi gempa bumi di dalam gedung atau ruangan.
1.    Lindungi kepala Anda di bawah meja atau benda apapun. Yang terpenting lindungi kepala Anda dari reruntuhan bangunan.
2.    Setelah gempa berhenti, evakuasikan diri Anda sambil tetap melindungi kepala Anda agar tidak terkena reruntuhan bangunan. Segera menuju tangga darurat apabila Anda berada di lantai atas. Jangan sekali-sekali menggunakan lift ketika sedang menjalankan evakuasi!
Apabila gempa terjadi ketika Anda sedang berada di luar gedung atau ruangan, segera berlari menjauhi bangunan dan pohon dan carilah assembly point terdekat. Jangan lupa untuk melindungi kepala Anda dari benda-benda yang mungkin jatuh ke kepala Anda.