Friday, 23 August 2013

Mereka yang Membaca Indonesia

Nama    : Claudia Martha
NIM    : 16213067
Fakultas    : SF (Sekolah Farmasi)

-    Pemateri : Gita Irawan Wirjawan (Menteri Perdagangan Republik Indonesia)
Semangat kemahasiswaan harus mencerminkan kearifan lokal, sesuai dengan tema OSKM (Orientasi Studi Keluarga Mahasiswa) 2013, Untuk Indonesia. Dalam menyambut Hari Kemerdekaan, kita harus dapat memerdekakan diri sendiri.
Perekonomian Indonesia menduduki peringkat 15 dunia. Namun, kita juga harus mampu meningkatkan tingkat perekonomian Indonesia lebih tinggi lagi agar mampu menyaingi negara lainnya.
Untuk memperoleh suatu hasil atau pencapaian kita itu berdasarkan sejauh apa yang kita mau atau kita inginkan. Namun, tetap saja semua proses tersebut hanya Allah yang berhak menentukan keberhasilnan kita.
Moral harus ditingkatkan untuk menghilangkan sifat korupsi yang sedang menjadi permasalahan utama di Negara Indonesia. Kita harus bisa memberikan pendidikan moral sejak dini agar permasalahan tersebut bisa diminimalisir dan tidak terulang kembali.
Indonesia membutuhkan pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas yaitu yang mengandung demokrasi, pluralisme yang akan membentuk stabilitas politik dan ekonomi agar terbentuk perekonomian yang relevan. Selain itu, Indonesia juga membutuhkan pemimpin yang bisa menjawab atau bersikap responsif terhadap permintaan masyarakat.
    Kita harus mampu menghapuskan mitos bahwa di Indonesia perekonomian terbesar hanya terpusat pada Jakarta. Padahal banyak kota-kota besar yang tersebar di Indonesia seperti Surabaya yang mampu mengalahkan tingkat perekonomian Jakarta.
Untuk pemerataan tersebut kita perlu mengadakan realisasi penanaman modal di luar Pulau jawa untuk penyatuan perekonomian di Indonesia dan memerlukan Investasi untuk kesejahteraan masyarakat. Selain itu, Industrialisasi dan Hilirisasi juga diperlukan untuk memeratakan kesejahteraan. Namun, hal itu juga dibutuhkan kepawaian teknologi.

-    Pemateri : Wanadri – Indra Hidayat
Kekayaan Indonesia sangatlah berlimpah. Kita harus mencintai bangsa dengan segala kekayaan yang ada. Kita harus mampu merawatnya agar dapat menjadi kekayaan Indonesia yang nantinya tidak akan di klaim negara lain.

-    Pemateri : Ibu Tri Mumpuni
Integritas dan Kompetensi Alumni ITB untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Bangsa
Pengetahuan ( logika ) dan perasaan (empati) jika di gunakan secara bersamaan agar terbentuk akal sehat. Tentu saja jika itu semua digunakan secara bersamaan akan menghasilkan mahasiswa yang mampu membaca Indonesia dengan baik. Tanpa itu semua, seseorang akan membaca Indonesia untuk kepentingan dirinya sendiri.
Paradigma yang tepat dan kebijakkan pro kearifan lokal akan menghasilkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Jangan mudah menjual kekayaan Indonesia, sehingga nantinya negara kita tidak kebagian hasilnya kita harus mempertimbangkan hal itu dari berbagai aspek.
Pertumbuhan harus terikat / terbatas pada nilai optimal untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat lokal dan daya dukung lingkungan setempat. Namun pada kenyataannya pernyataan tersebut ‘sedang’ tidak berlaku di Indonesia. Yang terjadi saat ini adalah pertumbuhan tersebut terjadi tanpa peduli aspek kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan dengan hanya memperhatikan kepentingan pemilik modal.
Selanjutnya, kewirausahaan sosial. Ada 3 hal penting yang harus kita ketahui tentang Kewirausahaan Sosial, yaitu : Pelurusan visi pembangunan, Perubahan paradigma investasi, Pembatasan pertumbuhan usaha.

0 comments:

Post a Comment