Friday, 23 August 2013

Seminar OSKM ~Andre

Andre
16713254
Fakultas Teknologi Industri
Kelompok 5

Seminar OSKM 2013 berlangsung dengan seorang mediator bernama Maria Selena. Empat pembicara yang diundang adalah Gita Wirjawan, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Indra Hidayat dari Wanadri, Tri Mumpuni, dan Kak Saska dari Riset Indie.

Pada sesi pertama dari seminar, Gita Wirjawan membawakan materi mengenai progress perekonomian di Indonesia. Menurut Pak Gita, perekonomian Indonesia membutuhkan generasi yang mengerti apa yang diinginkan rakyat. Perekonomian Indonesia menempati urutan ke-15 di dunia. Pada tahun 2012, 46% realisasi investasi terjadi di luar Pulau Jawa. Hal itu menghapus mitos bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya di Jakarta. Beliau mengatakan bahwa Indonesia dengan pemimpin masa depannya harus dapat mampu bersaing dengan negara lain dalam produktivitas, tidak hanya menjadi konsumen melulu. Karena itu dibutuhkan pendidikan yang bermutu pada rakyatnya dan yakin bahwa ITB dapat memberikan pendidikan yang baik tersebut. Sesi ditutup dengan alunan piano yang dimainkan oleh Gita Wirjawan sendiri.

Pada sesi kedua, diundanglah tiga orang anggota Wanadri. Dalam presentasinya, Indra Hidayat yang membawakan presentasinya. Wanadri adalah Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, merupakan organisasi yang bergerak di kegiatan alam bebas. Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan berbagai penampakan alam yang melimpah, baik di darat maupun lautan. Karena itu, Indonesia merupakan area yang seru untuk dijelajah dan dapat dinikmati keindahan alamnya yang tiada dua.

Pada sesi ketiga, Maria Selena memanggil Tri Mumpuni, seseorang yang dianugrahi penghargaan setelah membangun 60 buah pembangkit listrik pada desa-desa terpencil. Dalam presentasinya, dia berkata bahwa perekonomian yang manusiawi itu adalah dengan menjalankan bisnis dengan mempertimbangkan sumber daya sekaligus kesejahteraan komunitas lokalnya. Katanya juga, ekonomi masa kini seringkali dijadikan sebagai alat untuk mencari keuntungan tanpa mempedulikan kemanusiaan dan keseimbangan lingkungan. Karena itu, seorang wirausaha sosial masa depan diharapkan untuk mencoba mengubah perekonomian Indonesia menjadi lebih manusiawi.

Sebagai narasumber terakhir, dipanggillah Kak Saska, seorang alumni ITB yang saat ini menjalankan penelitian di Riset Indie. Riset Indie adalah suatu riset bebas. Riset Indie ini telah melakukan berbagai penelitian. Salah satunya adalah Project Alinea, projek animatronik pertama di Indonesia. Saat ini, penelitian Riset Indie yang sedang berjalan adalah Angkot Day. Angkot Day, merupakan hari di mana angkot Kalapa Dago nyaman, aman, dan gratis setiap tanggal 20 September. Riset ini meneliti berbagai hal yang berhubungan dengan angkot, terutama dalam hal kenyamanan dan keamanan.

0 comments:

Post a Comment