Friday, 23 August 2013

If You Want It, You Get It


Nama : Luqman A. Siswanto
NIM : 16513376
Fakultas : STEI (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika)
Kelompok : 5

Seminar OSKM tanggal 23 Agustus 2013 bertempat di Gedung Sasana Budaya Ganesha dibuka dengan sambutan ketua OSKM, Nyoman Anjani (Presiden KM-ITB), dan Warek ITB Bapak Ir. Kadarsyah. Seminar ini dimoderatori oleh Maria Selena (SBM ITB) nominasi Miss World dari Indonesia.

Pemateri pertama adalah Bapak Gita Wiryawan sebagai Menteri Perdagangan dan Ketua Umum PBSI.


Inilah uraian materi dari Bapak Gita Wiryawan.

Berpikir itu jangan cuma otak kiri, tapi juga otak kanan, kita harus seimbang antara kanan dan kiri.

Indonesia baru saja meraih 2 medali emas di Guangzhou, China di bidang bulutangkis ganda campuran dan ganda pria. Ini adalah kemenangan Indonesia sejak 6 tahun terakhir.

Pak Gita Wiryawan selaku Ketua Umum PBSI turun ke bangku pemain di Guangzhou, China sana sebelum pertandingan dimulai. Dengan penuh harapan beliau memotivasi para atlet yang hendak terjun membela negara di hadapan 8.000 rakyat China dan 35 orang saja rakyat Indonesia. Beliau berkata,

"Ini semua tergantung apa yang Anda mau. If you want it, you get it!"

Dan Indonesia mendapat 2 emas setelah itu.

Kearifan lokal sebagai tema orientasi studi di ITB ini sesuai dengan visi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, merdeka dengan berdikari.

Ekonomi Indonesia ini membutuhkan pemimpin rakyat yang mau mendengar keinginan dan kemauan rakyat. Melihat Indonesia kini adalah negara dengan ekonomi terkuat ke-15 sedunia.

Pemimpin Indonesia Bung Karno sebelum merdeka sudah memiliki visi yang jelas sekali sejak tahun '30-an, jauh sebelum Indonesia merdeka. Beliau berpikiran "kontrarevolusionis".

Sedangkan Pak Harto berpedoman "kontrakomunis".

Dan era reformasi, di masa Pak Habibie dan seterusnya berazaskan "kontrakorupsi".

Kita harus punya moral melawan korupsi. Percuma saja intelek tapi mudah dititipi amplop. Pemimpin itu harus terbungkus dengan demokrasi, pluralisme, pemerataan, gak korupsi, dan punya nama di dunia internasional.

Negara Indonesia adalah negara muslim terbesar di G-20 yang negara-negara tersebut didominasi sistem ekonomi Saxxo-phon dan komunis. Saat ini Indonesia memiliki pendapatan 2 kali lebih besar dari Saudi Arabia.

Penduduk dunia adalah
30% Kristen
23% Islam, tapi Islam tidak menguasai lebih dari 9% ekonomi dunia
15% Hindu
7% Budha

Kita hanya bisa sukses jika relevan dengan apa yang kita kerjakan.

Indonesia butuh pemimpin yang berkarakter kearifan lokal, tidka menghilangkan budaya daerah. Bangsa yang menghilangkan budaya adalah bangsa yang kehilangan jati diri.

Kalian tahu Gangnam Style?

Gangnam Style adalah bukti kemahiran teknologi, keadaan demokrasi, kekayaan budaya, dan kemajuan ekonomi dari Korea.

Jangan mau kalah sama Korea!

Amerika Serikat kalah dominasi ekonominya dengan Tiongkok dan Jepang. Ini adalah tanda-tanda kebangkrutan si negeri Paman Sam. Jika Indonesia stabil pertumbuhan ekonominya 6% / tahun, dalam 20 tahun maka Indonesia akan punya 600 ribu triliun rupiah, dengan catatan kurs stabil.

Kalian jangan bangga memakai Samsung, Blackberry, Android, dan sebagainya. Nggak ada lulusan ITB yang nggak bisa buat HP. Buatlah produk Indonesia sendiri. Pasarkan dan gunakan di dalam negeri hingga ekspor.

Korea Selatan tahun:
1920, dianggap stupid lazy people oleh turis barat.
1961, memulai perwira industri.
1994, Korea sukses!
Mereka mencanangkan reformasi agraria. Petani-petani yang sukses di bidangnya disuruh diversifikasi usaha untuk membuat kapal, mobil, untuk diekspor.

Dan jadilah Hyundai, Samsung, dan LG.

Kemudian Korsel setelah 20 tahun karena sudah bingung apalagi yang mau diekspor akhirnya lah mereka mengekspor budaya. Sekarang siapa yang tidak kenal K-Pop? Tidak kenal artis cantik Korea? Siapa yang belum pernah menonton K-Drama?

Ekspor budaya adalah bukti kesuksesan budaya bangsa.

Indonesia tahun 2030 menurut studi, harus meningkat 60% per unit manufaktur untuk mengimbangi ekonomi Indonesia yang tumbuh 7% / tahun, atau Indonesia tidak akan bisa keluar dari middle income trap, karena pendapatan per kapita Indonesia hanya ada di kisaran 5.000 - 7.000 dollar/orang/tahun saja.

Mengapa begitu? Karena tak ada produk teknologi yang dihasilkan.

Ada mitos yang perlu dipatahkan bahwasanya pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya terjadi di Jakarta saja. Ini salah karena Bandung dan Surabaya juga berkembang pesat ekonominya. Investasi di luar Pulau Jawa juga meningkat dari tahun ke tahun. Inilah datanya:

2009: 18% investasi berada di luar Jawa
2010: 33%
2011: 41%
2012: 46%

Kita harus ada produk teknologi atau industri yang bisa diekspor, tidak hanya hasil alamnya saja.

Indonesia dari dulu sudah mengekspor bauksit ke Australia. Kemudian oleh Aussie diolah menjadi bahan olahan setelah bauksit. Harganya menjadi 5 kali lipat lebih mahal. Setelah dari Aussie dijual ke Jepang kemudian dibuat panci, wajan, dan alat-alat lainnya. Dan karena itu Indonesia tidak menerima multiplikasi nilai.

Pendidikan itu penting. Tahun 2014 ini 25% APBN dianggarkan untuk pendidikan. Termasuk 82 triliun anggaran pendidikan yang didesentralisasikan.

Tapi bagaimana cara meninggikan minat pedagang bila bunga pinjaman di bank sebesar 15% ? Malaysia saja hanya membayar 2%.

Ada sinyal dari Amerika Serikat bahwa mereka mengurangi pelonggaran kuantitatif, penyiraman likuidatif, untuk menarik kembali dolar-dolar yang berkeliaran masuk ke Amerika. Ini imbasnya ke Asia, sehingga nilai dolar naik, mata uang di Asia melemah.

Kita harus menurunkan suku bunga pinjaman sehingga pertumbuhan ekonomi naik.

Masyarakat Ekonomi ASEAN: komunias 10 negara untuk pelonggaran perdagangan dan investasi. Kini banyak orang Thailand belajar bahasa Indonesia buat jualan tekstil dan dessert di Bandung. Inilah akibat dari pelonggaran investasi kapitalis.

Sekarang hilangkan gap antar suku! Musuh kalian bukan suku-suku lain di Indonesia, tapi musuh kalian adalah bangsa Tiongkok dan Jepang.

Pendapatan China per tahun: 8 triliun dolar.
India: 2,5 triliun dolar
Indonesia: 1 triliun dolar.

Tapi perlu ingat, ekonomi Indonesia menguasai 43% ekonomi Asia Tenggara.

Indonesia butuh pemimpin yang sadar kebutuhan ekonomi rakya, harga daging naik lah, harga cabe naik lah, juara olahraga lah, serta kepentingan petani dan konsumen. Ini sulit saudara-saudara.

Presiden hasil produk ITB sudah ada 2: Soekarno dan Habibie.

Jadilah Garuda yang kreatif dan melek teknologi.

Selalu menjunjung tinggi kearifan lokal. Jangan hanya belajar struktur dan disiplin aja dari kampus. Kamu harus suka main musik, biar seimbang logika dan rasa.

2 comments: